Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 6 - Surat Al-Aḥqāf (Ahqaf)
الاحقاف
Ayat 6 / 35 •  Surat 46 / 114 •  Halaman 503 •  Quarter Hizb 51 •  Juz 26 •  Manzil 6 • Makkiyah

وَاِذَا حُشِرَ النَّاسُ كَانُوْا لَهُمْ اَعْدَاۤءً وَّكَانُوْا بِعِبَادَتِهِمْ كٰفِرِيْنَ

Wa iżā ḥusyiran-nāsu kānū lahum a‘dā'aw wa kānū bi‘ibādatihim kāfirīn(a).

Apabila manusia dikumpulkan (pada hari Kiamat), mereka (sesembahan) itu menjadi musuh-musuh mereka dan mereka mengingkari pemujaan-pemujaan yang dahulu mereka lakukan kepadanya.

Makna Surat Al-Ahqaf Ayat 6
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Dan apabila manusia dikumpulkan kelak pada hari Kiamat, sesembah-an yang disembah oleh orang-orang musyrik itu menjadi musuh mereka para penyembah itu. Mereka berlepas diri dari perbuatan mereka dan mengingkari pemujaan-pemujaan yang mereka lakukan kepadanya.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Ayat ini menerangkan keadaan orang-orang musyrik di akhirat nanti dan berhala-berhala yang mereka sembah. Pada saat semua manusia telah dibangkitkan dari kubur dan berkumpul untuk dihisab, maka berhala-berhala, dewa, dan sembahan yang lain yang mereka sembah selain Allah itu mengingkari perbuatan orang-orang musyrik yang menyembah mereka dengan mengatakan, “Kami tidak pernah memerintahkan agar mereka menyembah kami. Kami tidak mengetahui apa yang mereka lakukan terhadap kami, bahkan kami tidak mengetahui sedikit pun bahwa mereka telah menyembah kami karena kami ini adalah benda-benda mati, tidak dapat melihat, mendengar, berkata, apalagi mengabulkan doa-doa orang-orang yang berdoa kepada kami. Allah berfirman:

وَقَالَ اِنَّمَا اتَّخَذْتُمْ مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ اَوْثَانًاۙ مَّوَدَّةَ بَيْنِكُمْ فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا ۚ ثُمَّ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ يَكْفُرُ بَعْضُكُمْ بِبَعْضٍ وَّيَلْعَنُ بَعْضُكُمْ بَعْضًا ۖوَّمَأْوٰىكُم ُ النَّارُ وَمَا لَكُمْ مِّنْ نّٰصِرِيْنَۖ ٢٥

Dan dia (Ibrahim) berkata, “Sesungguhnya berhala-berhala yang kamu sembah selain Allah, hanya untuk menciptakan perasaan kasih sayang di antara kamu dalam kehidupan di dunia, kemudian pada hari Kiamat sebagian kamu akan saling mengingkari dan saling mengutuk; dan tempat kembalimu ialah neraka, dan sama sekali tidak ada penolong bagimu”. (al-‘Ankabūt/29: 25)

Pada ayat lain, Allah berfirman:

وَاتَّخَ ذُوْا مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ اٰلِهَةً لِّيَكُوْنُوْا لَهُمْ عِزًّا ۙ ٨١ كَلَّا ۗسَيَكْفُرُوْن َ بِعِبَادَتِهِم ْ وَيَكُوْنُوْنَ عَلَيْهِمْ ضِدًّا ࣖ ٨٢

Dan mereka telah memilih tuhan-tuhan selain Allah, agar tuhan-tuhan itu menjadi pelindung bagi mereka. Sama sekali tidak! Kelak mereka (sesembahan) itu akan mengingkari penyembahan mereka terhadapnya, dan akan menjadi musuh bagi mereka. (Maryam/19: 81-82)

Isi Kandungan Kosakata

1. Syirk شِرْكٌ (al-Aḥqāf/46: 4)

Secara kebahasaan syirk berarti bagian, dan keyakinan adanya banyak tuhan. Dalam konteks ayat ini, kata syirk berarti peran serta atau ambil bagian. Kata tersebut dalam ayat ini bermakna, "Atau adakah peran serta mereka dalam (penciptaan) langit?" Di sini Allah menegaskan bahwa dalam menciptakan dunia seisinya, Dia tidak memerlukan bantuan dalam bentuk apa pun dari hambanya.

Kata syirk dalam terminologi Islam yang lebih luas mempunyai dua ranah pokok, yaitu syirk dalam ranah aqidah (keyakinan) dan syirk dalam ranah ibadah. Syirk dalam ranah aqidah, sebagaimana diterangkan dalam hadis Nabi saw:

وَالشِّرْكُ أَنْ تَجْعَلَ ِللهِ نِدّاً وَهُوَ خَلَقَكَ. (رواه مسلم وغيره عن عبد الله بن مسعود)

Syirik adalah kamu menjadikan tandingan bagi Allah padahal Allah yang menciptakanmu. (Riwayat Muslim dan yang lainnya dari ‘Abdullāh bin Mas‘ūd)

Sedangkan syirk dalam ranah ibadah berarti menjalankan ibadah kepada selain Allah. Sebagaimana kata ulama, syirik adalah memalingkan ibadah untuk selain Allah. Hal ini didasarkan pada hadis:

إِنَّ أَخْوَفَ ماَ أَخاَفُ عَلَيْكُمْ الشِّرْكُ الأَصْغَرُ. قاَلُوا: وَمَا الشِّرْكُ الأَصْغَرُ يَارَسُوْلَ اللّٰهِ؟ قاَلَ: الـرِّيَاءُ. (رواه أحمد عن محمود بن لبيد)

Sesungguhnya sesuatu yang paling aku takuti atas kalian adalah syirik kecil. Sahabat pun bertanya, “Apa (yang dimaksud dengan) syirik kecil, wahai Rasulullah?” Nabi saw menjawab, “(Yaitu) ria (mengerjakan amalan untuk selain Allah).” (Riwayat Aḥmad dari Maḥmūd bin Labīd)

2. Aṡārah اَثَارَة (al-Aḥqāf/46: 4)

Secara kebahasaan kata aṡārah merupakan bentuk maṣdar yang berderivasi dari akar kata aṡar yang berarti sisa, bekas, dan peninggalan dari orang-orang terdahulu. Kata tersebut dalam ayat ini bermakna peninggalan dari ilmu pengetahuan orang-orang terdahulu. Di samping itu, kata tersebut dapat juga diartikan sebagai peninggalan orang-orang terdahulu yang berupa buku, ajaran, atau petuah dari para nabi terdahulu.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto