Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 46 - Surat An-Naml (Semut)
النّمل
Ayat 46 / 93 •  Surat 27 / 114 •  Halaman 381 •  Quarter Hizb 38.75 •  Juz 19 •  Manzil 5 • Makkiyah

قَالَ يٰقَوْمِ لِمَ تَسْتَعْجِلُوْنَ بِالسَّيِّئَةِ قَبْلَ الْحَسَنَةِۚ لَوْلَا تَسْتَغْفِرُوْنَ اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ

Qāla yā qaumi lima tasta‘jilūna bis-sayyi'ati qablal-ḥasanah(ti), lau lā tastagfirūnallāha la‘allakum turḥamūn(a).

Dia (Saleh) berkata, “Wahai kaumku, mengapa kamu meminta disegerakan keburukan (azab) sebelum (meminta) kebaikan (rahmat)? Mengapa kamu tidak memohon ampunan kepada Allah agar kamu dirahmati?”

Makna Surat An-Naml Ayat 46
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Nabi Saleh dalam dakwahnya selalu memberi kabar gembira kepada yang beriman dan memberikan peringatan kepada mereka yang ingkar kepadanya dengan azab yang pedih. Kaumnya meminta kepadanya agar azab itu disegerakan. Pada saat itulah, Nabi Saleh berkata, “Wahai kaumku! Mengapa kamu meminta kepadaku disegerakan keburukan, yaitu azab Allah bagi yang ingkar kepada-Nya sebelum kamu meminta kebaikan berupa kebaikan di dunia maupun akhirat karena beriman dan beramal saleh?” Nabi Saleh kemudian menasihati kaumnya dengan mengatakan, “Mengapa kamu tidak memohon ampunan kepada Allah, atas dosa-dosa yang kamu lakukan, agar kamu mendapat rahmat dari-Nya?”

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Melihat sikap dan tantangan kaumnya, Nabi Saleh mengatakan kepada mereka, “Wahai kaum kerabatku, mengapa kamu sekalian ingin azab disegerakan datang menimpamu, sebelum kamu beriman dan mengerjakan kebaikan. Mengapa kamu sekalian tidak segera beriman dan tetap dalam kekafiran? Padahal keimananmu itu dapat mendatangkan pahala dan kebahagiaan abadi bagimu. Sedangkan kekafiran itu akan mengakibatkan dosa dan azab yang kekal di akhirat nanti.”

Selanjutnya Nabi Saleh menyeru agar kaumnya segera mohon ampun kepada Allah dan bertobat kepada-Nya. Dengan demikian, dosa-dosa mereka akan diampuni Allah dan rahmat yang telah diberikan-Nya ditambah lagi dengan rahmat yang lebih besar lagi.

Isi Kandungan Kosakata

1. Iṭṭayyarnā Bika اطَّيَّرْنَا بِكَ (an-Naml/27: 47).

Kata iṭṭayyarnā berasal dari taṭayyarnā. Huruf ta’ (ت) dalam proses ilal diganti dengan ṭa’ (ط), lalu ṭa’ yang pertama di-idgam-kan ke ṭa’ yang kedua. Untuk menghidupkan kalimat yang ada, ditambahkan hamzah waṣal sehingga menjadi iṭṭayyarnā. Iṭṭayyarnā bika berarti: kami mendapat nasib yang malang disebabkan kamu. Kata iṭṭayyarnā diambil dari kata ṭair yang artinya burung. Orang Arab Jahiliah selalu mengaitkan nasib mereka dengan burung. Jika ada burung yang terbang ke kanan, maka nasibnya akan baik, dan jika ke kiri akan buruk. Sikap seperti ini dinamakan taṭayyur atau ṭiyarah. Lalu kata ini diucapkan untuk mengungkapkan nasib buruk.

Dalam konteks ayat di atas, ucapan ini diungkapkan oleh sekelompok orang yang masih ragu mengikuti dakwah Nabi Saleh. Mereka beranggapan bahwa nasib buruk yang mereka alami karena faktor Nabi Saleh dan para pengikutnya. Itu adalah tuduhan tak berdasar dari sekelompok orang yang hendak mencari kambing hitam atas nasib buruk yang dialaminya. Oleh karenanya, Nabi Saleh lalu membantah tuduhan itu dengan mengatakan, “Nasibmu ada di sisi Allah, (bukan kami yang menjadi sebab), tetapi kamu kaum yang diuji.” Ujian itu, menurut Qatādah, berupa ketaatan dan kemaksiatan.

2. Tis’ah Rahṭ تِسْعَةُ رَهْطٍ (an-Naml/27: 48).

Tis’ah rahṭ berarti sembilan orang. Bisa juga diartikan tis’ah nafar yaitu sembilan kelompok, sebagaimana dikatakan Ibnu Kasir. Kata rahṭ digunakan untuk kelompok orang yang jumlahnya kurang dari sepuluh. Akan tetapi, ada juga yang mengatakan sampai 40 orang.

Dalam konteks ayat di atas, sembilan orang itu adalah para pembesar dan pemimpin kaum Samud yang melakukan kerusakan di bumi. Menurut as-Suddi, seperti diriwayatkannya dari Ibnu Malik dari Ibnu ‘Abbās, kesembilan pembesar Samud itu adalah Da’ma, Du’aim, Harma, Huraim, Dab, Ṣawab, Rayyab, Musṭi’, dan Qidar bin Salif. Mereka selalu berbuat kerusakan tanpa pernah berbuat kebaikan. Orang-orang inilah yang berusaha melakukan makar untuk membunuh Nabi Saleh. Hanya saja sebelum rencana mereka kesampaian, Allah terlebih dahulu membinasakan mereka beserta kaumnya.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto