Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 52 - Surat Asy-Syūrā (Musyawarah)
الشّورٰى
Ayat 52 / 53 •  Surat 42 / 114 •  Halaman 489 •  Quarter Hizb 49.75 •  Juz 25 •  Manzil 6 • Makkiyah

وَكَذٰلِكَ اَوْحَيْنَآ اِلَيْكَ رُوْحًا مِّنْ اَمْرِنَا ۗمَا كُنْتَ تَدْرِيْ مَا الْكِتٰبُ وَلَا الْاِيْمَانُ وَلٰكِنْ جَعَلْنٰهُ نُوْرًا نَّهْدِيْ بِهٖ مَنْ نَّشَاۤءُ مِنْ عِبَادِنَا ۗوَاِنَّكَ لَتَهْدِيْٓ اِلٰى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍۙ

Wa każālika auḥainā ilaika rūḥam min amrinā, mā kunta tadrī mal-kitābu wa lal-īmānu wa lākin ja‘alnāhu nūran nahdī bihī man nasyā'u min ‘ibādinā, wa innaka latahdī ilā ṣirāṭim mustaqīm(in).

Demikianlah Kami mewahyukan kepadamu (Nabi Muhammad) rūh (Al-Qur’an) dengan perintah Kami. Sebelumnya engkau tidaklah mengetahui apakah Kitab (Al-Qur’an) dan apakah iman itu, tetapi Kami menjadikannya (Al-Qur’an) cahaya yang dengannya Kami memberi petunjuk siapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Sesungguhnya engkau benar-benar membimbing (manusia) ke jalan yang lurus,

Makna Surat Asy-Syura Ayat 52
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu, wahai Nabi Muhammad, ruh, yaitu Al-Qur’an yang di turunkan dengan perantaraan Jibril dengan perintah Kami. Sebelumnya, yaitu sebelum Al-Qur’an itu di turunkan kepadamu, engkau tidaklah mengetahui apakah al-Kitab itu, yaitu Al-Qur’an dan apakah pula iman itu. Akan tetapi, Kami menjadikannya, yaitu Al-Qur’an itu, cahaya yang dapat menerangi dan menunjukkan jalan yang benar kepadamu. Dengan Al-Qur’an itu pula Kami memberi petunjuk siapa yang Kami kehendaki untuk mendapat petunjuk di antara hamba-hamba Kami. Dan sungguh, engkau, wahai Nabi Muhammad, benar-benar membimbing manusia kepada jalan yang lurus, jalan yang Kami ridai.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Allah menerangkan bahwa sebagaimana Dia menurunkan wahyu kepada rasul-rasul terdahulu Dia juga menurunkan wahyu kepada Nabi Muhammad saw berupa Al-Qur’an sebagai rahmat-Nya. Selanjutnya Allah menjelaskan bahwa Muhamamad saw sebelum mencapai umur empat puluh tahun dan berada di tengah-tengah kaumnya, belum tahu apa Al-Qur’an itu dan apa iman itu, dan begitu juga belum tahu apa syariat itu secara terperinci dan pengertian tentang hal-hal yang mengenai wahyu yang diturunkan-Nya, tetapi Allah menjadikan Al-Qur’an itu cahaya terang benderang yang dengannya Allah memberi petunjuk kepada hamba-hamba yang dikehendaki-Nya dan membandingkan kepada agama yang benar yaitu agama Islam. Sebagaimana firman Allah:

وَمَا كُنْتَ تَرْجُوْٓا اَنْ يُّلْقٰٓى اِلَيْكَ الْكِتٰبُ اِلَّا رَحْمَةً مِّنْ رَّبِّكَ فَلَا تَكُوْنَنَّ ظَهِيْرًا لِّلْكٰفِرِيْن َ ۖ ٨٦

Dan engkau (Muhammad) tidak pernah mengharap agar Kitab (Al-Qur’an) itu diturunkan kepadamu, tetapi ia (diturunkan) sebagai rahmat dari Tuhanmu, sebab itu janganlah sekali-kali engkau menjadi penolong bagi orang-orang kafir. (al-Qaṣaṣ/28: 86)

Dan firman-Nya:

قُلْ هُوَ لِلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا هُدًى وَّشِفَاۤءٌ ۗوَالَّذِيْنَ لَا يُؤْمِنُوْنَ فِيْٓ اٰذَانِهِمْ وَقْرٌ وَّهُوَ عَلَيْهِمْ عَمًى

Katakanlah, “Al-Qur’an adalah petunjuk dan penyembuh bagi orang-orang yang beriman. Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, dan (Al-Qur’an) itu merupakan kegelapan bagi mereka. (Fuṣṣilat/41: 44)

Firman Allah:

اِنَّ هٰذَا الْقُرْاٰنَ يَهْدِيْ لِلَّتِيْ هِيَ اَقْوَمُ

Sungguh, Al-Qur’an ini memberi petunjuk ke (jalan) yang paling lurus. (al-Isrā'/17: 9)

Dengan cahaya Al-Qur’an itulah, Allah memberikan petunjuk kepada jalan yang lurus yaitu agama yang benar.

Isi Kandungan Kosakata

Waḥyan وَحْياً (asy-Syūrā/42: 51)

Waḥyun (wahyu) secara harfiyah berarti isyarat yang cepat, tersembunyi. Isyarat maksudnya pemberian informasi melalui lambang-lambang. “Cepat” berarti informasi itu mudah disampaikan oleh Allah dan mudah pula diterima oleh nabi. “Tersembunyi” berarti hanya diberikan kepada seorang nabi, dan orang biasa tidak mungkin menerima wahyu.

Wahyu dari segi terminologis adalah firman (kalām) Allah yang diturunkan kepada seorang nabi dari nabi-nabi-Nya. Kalam maksudnya firman yang ada suaranya berasal dari Allah, bukan isyarat, ilham, atau instink. Dan firman itu hanya disampaikan kepada nabi-Nya.

Kata wahyu terdapat dalam Surah asy-Syūrā/42:51. Wahyu di dalam ayat itu adalah salah satu dari tiga bentuk pewahyuan kepada seorang nabi. Pewahyuan ini yaitu penyampaian pesan (firman) yang dipahami secara langsung, cepat, dan khusus kepada nabi-Nya. Al-Qur’an tidak ada yang disampaikan dalam bentuk langsung seperti ini. Wahyu dalam bentuk ini kepada Nabi Muhammad adalah hadis, yaitu makna dari Allah sedangkan perumusannya dalam bentuk teks oleh Nabi sendiri.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto