Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 27 - Surat Az-Zumar (Rombongan)
الزّمر
Ayat 27 / 75 •  Surat 39 / 114 •  Halaman 461 •  Quarter Hizb 46.75 •  Juz 23 •  Manzil 6 • Makkiyah

وَلَقَدْ ضَرَبْنَا لِلنَّاسِ فِيْ هٰذَا الْقُرْاٰنِ مِنْ كُلِّ مَثَلٍ لَّعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُوْنَۚ

Wa laqad ḍarabnā lin-nāsi fī hāżal-qur'āni min kulli maṡalil la‘allahum yatażakkarūn(a).

Sungguh, Kami benar-benar telah membuatkan dalam Al-Qur’an ini segala macam perumpamaan bagi manusia agar mereka mendapat pelajaran.

Makna Surat Az-Zumar Ayat 27
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Al-Qur’an adalah kitab yang berisi tuntunan hidup bagi umat manusia, salah satunya dengan jalan menyajikan perumpamaan. Dan sungguh, telah Kami buatkan dalam Al-Qur’an ini segala macam perumpamaan tentang umat-umat terdahulu yang Allah binasakan. Perumpamaan itu Kami tujukan bagi umat manusia agar mereka dapat memperoleh pelajaran lalu menyadari kesalahannya.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Allah menjelaskan pada ayat ini bahwa Dia telah membuat bermacam-macam contoh dalam Al-Qur’an seperti menerangkan sejarah beberapa umat terdahulu yang mengingatkan malapetaka yang mereka alami. Contoh dan perumpamaan itu dikemukakan kepada mereka agar mereka mengambil pelajaran darinya, baik yang berhubungan dengan kehidupan dunia maupun yang berhubungan dengan kehidupan di akhirat nanti. Dengan berpedoman kepada Al-Qur’an, mereka dapat meluruskan kembali kepercayaan mereka yang sesat, memperbaiki tata kehidupan mereka yang kacau, sehingga berubah menjadi kehidupan yang beradab.

Tidaklah sukar bagi mereka memahami Al-Qur’an karena diturunkan dalam bahasa Arab, bahasa mereka sendiri. Tidak ada sesuatu yang bertentangan di dalamnya. Isinya jelas dan tegas baik yang berhubungan dengan akidah, hukum, budi pekerti, dan sebagainya. Jika mereka mau beriman dan mengikuti petunjuk Al-Qur’an, pastilah mereka dapat menjaga diri dari malapetaka yang mungkin menimpa mereka dan tentulah mereka akan taat hanya kepada Allah saja.

Isi Kandungan Kosakata

Mutasyākisūn مُتَشَاكِسُوْن َ (az-Zumar/39: 29)

Kata mutasyākis, bentuk tunggal mutasyākisūn, adalah isim fā‘il dari tasyākasa—yatasyākasu— tasyākusan. Kata tersebut memiliki pola interaktif (saling), dan kata dasarnya adalah syakisa—yasykasu—syaksan . Kata syaks memiliki arti kata perangai yang buruk dan sulit untuk diajak kerjasama, namun menurut sebuah pendapat ia berarti akhlak yang buruk di dalam jual beli dan sejenisnya. Jadi, kata mutasyākisūn di dalam ayat ini berarti orang-orang yang saling bersengketa dengan memperlihatkan akhlak yang buruk. Perumpamaan ini untuk orang yang mengesakan Allah dan orang yang menjadikan sekutu-sekutu bagi Allah. Orang yang mengesakan Allah akan patuh pada satu zat saja. Sementara orang yang musyrik akan kebingungan dalam memilih mana yang harus diikuti perintahnya.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto