فَاَذَاقَهُمُ اللّٰهُ الْخِزْيَ فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا ۚوَلَعَذَابُ الْاٰخِرَةِ اَكْبَرُ ۘ لَوْ كَانُوْا يَعْلَمُوْنَ
Fa ażāqahumullāhul-khizya fil-ḥayātid-dun-yā, wa la‘ażābul-ākhirati akbar(u), lau kānū ya‘lamūn(a).
Maka, Allah menimpakan kepada mereka kehinaan dalam kehidupan dunia. Sungguh, azab akhirat lebih besar kalau mereka mengetahui(-nya).
Maka Allah menimpakan kepada mereka azab dan kehinaan pada kehidupan dunia serta menyiapkan bagi mereka azab yang pedih di akhirat. Dan sungguh, azab akhirat lebih besar daripada azab dunia. Kalau saja mereka mengetahui hal itu niscaya mereka akan beriman dan berbuat baik. Hanya kebodohan dan ketundukan pada hawa nafsu yang membuat mereka tersesat.
Pada ayat ini, Allah menerangkan azab yang pernah ditimpakan kepada orang-orang terdahulu yang mendustakan para rasul yang diutus kepada mereka, seperti yang dilakukan oleh orang-orang musyrik Mekah kepada Rasulullah. Azab itu ditimpakan kepada mereka setelah berkali-kali diseru ke jalan yang benar oleh para rasul yang diutus kepada mereka, namun mereka tidak mengindahkan seruan itu.
Demikianlah mereka ditimpa azab di dunia dan di akhirat nanti mereka akan memperoleh azab yang sangat. Azab dunia jauh lebih enteng dan ringan jika dibanding dengan azab akhirat.
1. Li al-Qāsiyah Qulūbuhum لِلْقَاسِيَةِ قُلُوْبُهُمْ (az-Zumar/39: 22)
Kata qāsiyah adalah isim fā‘il dari kata qasā-yaqsū-qaswatan yang berarti keras. Pada mulanya kata ini digunakan untuk hati, dan selanjutnya ia digunakan untuk segala hal. Kata arḍ qāsiyah berarti tanah yang tidak bisa menumbuhkan suatu tanaman. Kata qaswah juga bisa digunakan untuk menyifati waktu, seperti kata ‘amun qasiyyun yang berarti tahun kekeringan, dan seperti kata lailah qāsiyah yang berarti malam yang sangat gulita.
Kata qulūb adalah jamak dari kata qalb. Kata qalb secara fisik berarti jantung, dan secara spiritual berarti hati. Makna kedua inilah yang dimaksud pada kata ini. Kata qalb terbentuk dari kata qalaba-yaqlibu-qalban yang berarti membalik. Kalimat qalaba al-arḍ berarti ia membalik tanah atau membajak. Hati atau jantung disebut qalb karena ia berbolak-balik dari satu kondisi ke kondisi lain. Qaswatul qalbi berarti hilangnya kelembutan, rahmat, dan ketundukan dari hati. Dan yang dimaksud dengan al-qāsiyah qulūbuhum di sini adalah orang-orang yang hatinya telah menjadi keras dan berpaling dari peringatan Allah, yaitu Al-Qur’an.
2. Taqsya‘irru تَقْشَعِرُّ (az-Zumar/39: 23)
Kata taqsya‘irru adalah fi‘il muḍāri‘ dari iqsya‘arra-yaqsya‘irru-i qsyi‘rāran. Ia terbentuk dari kata qasy‘ara-yuqasy‘iru-qasy ‘aratan. Kata ini hanya sekali disebut di dalam Al-Qur’an, yaitu pada ayat ini. Kalimat taqsya‘irru maknanya berkisar pada mengerut, menggigil, gemetar, dan menjadi kasar. Dan yang dimaksud di sini adalah gemetar karena takut terhadap ancaman yang terdapat di dalamnya.





































