
- Tentang
- Lirik
- Review
- Tracklist
- Komentar
Seperti debu
Tajam menerpa mata
Aku tersentak dari lamunan
Ketika kubuka tirai jendela
Makna lirik lagu ini menggambarkan momen refleksi dan kesadaran yang tiba-tiba muncul dala... tampilkan semua
Seperti angin
Lembut menyusup jiwa
Aku terpejam, kuhirup nafas dalam
Di gerbang kotaku, Jogjakarta
Makna lirik lagu ini mengungkapkan keindahan dan kedamaian yang dirasakan seseorang ketika... tampilkan semua
Hari ini aku pulang
Hari ini aku datang
Bawa rindu, bawa haru
Bawa harap-harap cemas
Makna lirik lagu ini mencerminkan perasaan kerinduan dan harapan seseorang yang pulang ke ... tampilkan semua
Masihkah debu jalanan
Menyapa gerak langkahku?
Masihkah suara cemara
Mengiringi nyanyianku?
Makna lirik lagu ini menggambarkan kerinduan dan refleksi perjalanan hidup seseorang yang ... tampilkan semua
Seperti bintang
Diam menunggu fajar
Aku berfikir untuk membangunkanmu
Bergumul dengan gelora nafasmu
Makna lirik lagu ini menggambarkan perasaan seseorang yang setia menunggu dan merindukan k... tampilkan semua
Di sini aku ditempa
Di sini aku dibesarkan
Semangatku, keyakinanku
Keberadaanku pun terbentuk
Makna lirik lagu ini menggambarkan proses pembentukan diri seseorang yang berasal dari pen... tampilkan semua
Masih aku pelihara
Kerinduanku yang dalam
Setiap sudutmu menyimpan derapku, Jogjakarta
Setiap sudutmu menyimpan langkahku, Jogjakarta
Makna lirik lagu ini menggambarkan perasaan kerinduan yang mendalam terhadap sebuah tempat... tampilkan semua
Mm-hm, oh
Makna lirik lagu ini mencerminkan ekspresi perasaan yang mendalam, sering kali berkaitan d... tampilkan semua
Lagu "Yogyakarta" yang ditulis dan dinyanyikan oleh Ebiet G. Ade merupakan salah satu karya yang sangat kaya akan makna dan emosi. Melalui liriknya, penyanyi tidak hanya menyampaikan kerinduan akan kampung halaman, tetapi juga merenungkan identitas dan perjalanan hidup yang terjalin dengan tempat tersebut. Berikut adalah ulasan mendetail mengenai makna yang terkandung dalam lirik lagu ini.
Keterikatan Emosional dengan Yogyakarta
Diawali dengan perbandingan yang kuat, lirik "Seperti debu, tajam menerpa mata" menggambarkan keterbangan penyanyi dari lamunan. Ini menandakan kesadaran akan kenyataan setelah sekian lama tidak berada di kampung halamannya, Yogyakarta. Kota ini tidak hanya sekadar lokasi, tetapi simbol dari akar budaya dan kenangan masa lalu.
Perasaan Rindu yang Mendalam
- Bawa rindu, bawa haru: Lirik ini mencerminkan kedalaman perasaan yang dibawa saat penyanyi kembali ke Yogyakarta. Rindu dan haru adalah dua emosi yang saling melengkapi, menandakan bahwa kembali ke tempat yang dicintai membawa campuran antara kebahagiaan dan kesedihan.
- Masihkah debu jalanan menyapa gerak langkahku: Pertanyaan ini menunjukkan kerinduan akan kehidupan sehari-hari di Yogyakarta. Debu jalanan bukan hanya metafora fisik, tetapi juga pengingat akan kenangan yang terekam di setiap langkah yang diambil.
Perubahan dan Keberlanjutan Identitas
Lirik selanjutnya menjelaskan bagaimana Yogyakarta telah membentuk karakter dan semangat penyanyi. "Di sini aku ditempa, di sini aku dibesarkan" menegaskan bahwa identitasnya sangat terkait dengan pengalaman dan budaya yang ada di kota tersebut. Di setiap sudut Yogyakarta, tersimpan memori yang membentuknya menjadi individu seperti sekarang.
Refleksi dan Harapan Masa Depan
Di bagian akhir lagu, terdapat kedalaman refleksi tentang masa lalu dan harapan akan masa depan. "Masih aku pelihara kerinduanku yang dalam" mengindikasikan bahwa meskipun waktu berlalu, rasa cinta dan kerinduan terhadap Yogyakarta tidak pernah pudar. Hal ini menunjukkan bahwa tempat asal memiliki pengaruh yang signifikan dalam membentuk siapa kita.
Kesimpulan
Lagu "Yogyakarta" karya Ebiet G. Ade tidak hanya indah secara musikal, tetapi juga sarat dengan makna yang mendalam. Melalui liriknya, pendengar diajak untuk merenungkan tentang identitas, kerinduan, dan hubungan emosional dengan tempat asal. Yogyakarta menjadi simbol dari perjalanan hidup yang tak terlupakan, tempat di mana ingatan dan pengalaman berbaur menjadi satu. Karya ini tetap relevan, menggugah rasa cinta terhadap kampung halaman dan memperkuat pentingnya ingatan akan tempat yang membentuk diri kita.









































