
- Tentang
- Lirik
- Review
- Tracklist
- Komentar
Dengan tulus aku memohon ampun padamu
Engkau memasang wajah garang dan tetap menekanku
Percuma saja aku yang telah menyerah
Bersikeras pun aku tak berdaya
Hidup dan mati bukan ada di tanganmu
Tapi Tuhan yang telah mengatur
Makna lirik lagu ini mencerminkan penyesalan dan kerentanan seseorang yang merasa tertekan... tampilkan semua
Masa laluku memang sangat pekat dan hitam
Namun rasanya aku belum terlambat bertobat
Gambar burung hantu yang lekat di lengan
Potret kegagalanku sangat pahit
Aku pasrahkan kepada kebenaran
Mungkin nasib suratan tangan
Makna lirik lagu ini menggambarkan perjalanan hidup seseorang yang penuh dengan kesalahan ... tampilkan semua
Ada yang ingin aku titipkan
Sebelum aku pergi jauh
Istri dan anakku tak bersalah
Jangan dilibatkan
Biarlah aku tanggung sendiri
Dosa yang telah kuperbuat
Hanya Tuhan yang tahu
Ketulusan hati ini
Semoga aku dimaafkan
Makna lirik lagu ini menyiratkan perasaan penyesalan dan tanggung jawab seseorang yang mer... tampilkan semua
Ada yang ingin aku titipkan
Sebelum aku pergi jauh
Istri dan anakku tak bersalah
Jangan dilibatkan
Biarlah aku tanggung sendiri
Dosa yang telah kuperbuat
Hanya Tuhan yang tahu
Ketulusan hati ini
Semoga aku dimaafkan
Hanya Tuhan yang tahu
Ketulusan hati ini
Semoga aku dimaafkan
Makna lirik lagu ini menggambarkan perasaan seseorang yang ingin menyampaikan pesan pentin... tampilkan semua
Lagu "Aku Pasrah Kepada Kebenaran" karya Ebiet G. Ade menghadirkan suatu perjalanan emosional yang mendalam mengenai penyesalan, pengakuan dosa, dan harapan akan pengampunan. Melalui lirik yang sederhana namun sarat makna, Ebiet menyampaikan pesan yang kuat mengenai relasi manusia dengan Tuhan, serta beban moral yang harus dihadapi dalam kehidupan.
Penyesalan yang Tulus
Dari pembukaan lirik, terlihat bahwa penyanyi dengan tulus memohon ampunan. Ungkapan, "Dengan tulus aku memohon ampun padamu", menunjukkan sebuah kesadaran akan kesalahan yang telah diperbuat. Ini menjadi titik awal refleksi yang dalam terhadap masa lalu dan konsekuensi dari tindakan yang diambil.
Beban Psikologis
Frasa berikutnya, "Engkau memasang wajah garang dan tetap menekanku", menggambarkan beban psikologis yang dirasakan. Ada kesan seolah-olah penyerahan diri kepada keadaan tidak mengurangi tekanan yang dirasakan. Hal ini menambah dimensi emosional yang lebih berat pada lirik, di mana terdapat perjuangan internal dalam menghadapi konsekuensi dari kesalahan.
Hubungan antara Kehidupan dan Ketuhanan
Pernyataan "Hidup dan mati bukan ada di tanganmu, tapi Tuhan yang telah mengatur" menunjukkan bahwa penyanyi menyadari bahwa kekuasaan atas takdir bukan berada pada tangan manusia, melainkan pada Tuhan yang mengatur segalanya. Ini menunjukkan keyakinan akan kekuasaan Tuhan, di mana segala sesuatu telah ditentukan dengan hikmah tertentu, meskipun masa lalu penuh dengan kesalahan.
Refleksi tentang Masa Lalu
Dalam bait yang menggambarkan "Masa laluku memang sangat pekat dan hitam", terdapat penggambaran kegundahan dan kegelapan dalam perjalanan hidup. Namun, kemudian diimbangi dengan harapan bahwa "rasanya aku belum terlambat bertobat". Ini memberikan nuansa optimisme bahwa selalu ada kesempatan untuk memperbaiki diri dan memperbaiki kesalahan yang telah dibuat.
Kegagalan dan Kesadaran Pribadi
Gambar burung hantu sebagai simbol kegagalan menciptakan gambaran visual yang kuat. Pernyataan "Potret kegagalanku sangat pahit" menimbulkan kesan pahitnya pengalaman hidup yang dihadapi. Dengan kesadaran ini, penyanyi memilih untuk "pasrah kepada kebenaran" – sebuah keputusan yang mencerminkan kedewasaan untuk menerima kenyataan dan berdamai dengan diri sendiri.
Pesan untuk Keluarga
Dalam liriknya, terdapat keinginan untuk melindungi keluarga dari segala kesalahan yang dilakukan. "Istri dan anakku tak bersalah, jangan dilibatkan" mencerminkan rasa tanggung jawab dan cinta seorang ayah. Ini memberikan perspektif moral yang sangat dalam, di mana penyanyi rela menanggung semua beban dan dosa seorang diri demi melindungi orang yang dicintainya.
Pengharapan akan Pengampunan
Di akhir lirik, harapan untuk mendapatkan pengampunan dari Tuhan menjadi sebuah penutup yang menyentuh. "Semoga aku dimaafkan, hanya Tuhan yang tahu ketulusan hati ini" menyiratkan bahwa meski kesalahan telah diperbuat, kekuatan iman dan keyakinan akan pengampunan masih ada. Ini menjadi resonansi emosional yang bisa dirasakan oleh banyak pendengar.
Secara keseluruhan, "Aku Pasrah Kepada Kebenaran" tidak hanya sebuah lagu, tapi juga sebuah karya seni yang menceritakan perjuangan batin manusia dalam mencari pengampunan dan makna hidup. Liriknya menggugah kesadaran akan pentingnya bertanggung jawab atas tindakan dan harapan akan pengampunan dari Tuhan, menjadikan lagu ini sebagai sebuah refleksi mendalam bagi siapa saja yang mendengarnya.









































