
- Tentang
- Lirik
- Review
- Tracklist
- Komentar
Ada sisa-sisa suara
Yang bergema dalam dada
Aku tak mendengar apa pun
Gemuruh di luar pintu
Makna lirik lagu ini mencerminkan perasaan kesepian dan ketidakmampuan untuk mendengar dun... tampilkan semua
Ia terus mengejarku
Ia terus menghantuiku
Mengendalikan seluruh gerak
Dan naluriku
Makna lirik lagu ini menggambarkan perasaan terjebak dalam kehadiran seseorang atau sesuat... tampilkan semua
Ada akal yang masih bening
Ada budi yang masih jernih
Bertarung serentak bergumul
Bola-bola api
Makna lirik lagu ini menggambarkan perjuangan dan keteguhan jiwa dalam menghadapi berbagai... tampilkan semua
Ia terus membelenggu
Ia ingin melukaiku
Membalut semua indra
Akal pikirku
Makna lirik lagu ini menggambarkan pengalaman seseorang yang terjebak dalam perasaan terte... tampilkan semua
Ada yang tak dapat aku lepas
Meskipun berulang aku coba
Waktu berputar semakin cepat
Aku telah jauh tertinggal
Makna lirik lagu ini mencerminkan perasaan ketidakberdayaan dan kerinduan yang mendalam te... tampilkan semua
Ada yang tak pantas aku sandang
Setumpuk penghargaan
Lebih baik kutelan kata-kataku
Angan-anganku
Makna lirik lagu ini mencerminkan perasaan seseorang yang merasa tidak layak menerima peng... tampilkan semua
Hu hu hu hu ...
Hu hu hu ...
Makna lirik lagu ini dapat diinterpretasikan sebagai ungkapan emosi yang mendalam, di mana... tampilkan semua
Ho ho ho ho ...
Ho ho ho...
Makna lirik lagu ini menggambarkan nuansa kegembiraan dan keceriaan yang sering diasosiasi... tampilkan semua
Lagu 'Ada Sisa - Sisa Suara' yang ditulis dan dinyanyikan oleh Ebiet G. Ade adalah sebuah karya yang menggugah emosional dengan lirik yang mendalam dan menyentuh. Melalui lirik-liriknya, Ebiet berhasil menyampaikan perasaan kesedihan, kerinduan, dan pertarungan batin yang dialami seseorang. Kali ini, kita akan membahas secara detail makna dan pesan yang terkandung dalam lirik lagu ini.
Memahami Suara Dalam Diri
Pembukaan dengan 'Ada sisa-sisa suara' menggambarkan adanya gema yang masih terasa dalam jiwanya. Ini menandakan bahwa meskipun fisik berada di tempat yang tenang, suara emosional atau kenangan dari masa lalu terus bergema dalam hati. Lirik 'Aku tak mendengar apa pun / Gemuruh di luar pintu' menunjukkan kontras antara heningnya lingkungan sekitar dan kegaduhan yang ada di dalam diri. Penulis berhasil menyoroti ketidakmampuan seseorang untuk mendengarkan apa yang terjadi di luar, lantaran berlarut-larut dalam pergumulan internal.
Hantu Masa Lalu
Bagian selanjutnya mencerminkan ketidakberdayaan terhadap masa lalu dan kenangan yang tidak bisa diabaikan. 'Ia terus mengejarku / Ia terus menghantuiku' menggambarkan perasaan terperangkap dalam ingatan dan mengingat pengalaman-pengalaman pahit. Kekuatan kenangan yang mempengaruhi pikiran dan tindakan seseorang tercermin dalam lirik 'Mengendalikan seluruh gerak / Dan naluriku.'
Pertarungan Batin
Lirik 'Ada akal yang masih bening / Ada budi yang masih jernih' menunjukkan harapan dan kesadaran diri meskipun terjebak dalam pergolakan emosi. Pertarungan antara akal sehat dan emosi yang kacau terlihat pada lirik 'Bertarung serentak bergumul / Bola-bola api.' Ini melambangkan ketegangan yang dialami seseorang saat menghadapi konflik dalam diri, antara mengambil keputusan yang logis atau membiarkan perasaan mendominasi.
Kesadaran Akan Keterbelakangan
Penyampaian perasaan ketertinggalan dalam waktu sangat kuat dalam lirik 'Waktu berputar semakin cepat / Aku telah jauh tertinggal.' Menghadapi kenyataan bahwa hidup berjalan tanpa kita bisa menghentikannya mungkin adalah salah satu aspek paling sulit dari pengalaman manusia. 'Ada yang tak pantas aku sandang / Setumpuk penghargaan' memperlihatkan rasa tidak layak atas prestasi yang diraih, seolah menyiratkan bahwa keberhasilan yang terlihat di luar tidak mencerminkan kondisi batin yang sesungguhnya.
Penyerahan Diri
Akhir dari lirik menyiratkan sebuah penyerahan diri ketika dinyatakan 'Lebih baik kutelan kata-kataku / Angan-anganku.' Ini menunjukkan bahwa mungkin lebih baik untuk melupakan harapan-harapan yang tak terwujud dan menerima kenyataan pahit daripada terbenam dalam mimpi yang tidak realistis. Suara ungkapan 'Hu hu hu hu ...' dan 'Ho ho ho ho ...' di akhir sebagai representasi dari ekspresi emosi mendalam, baik kesedihan maupun harapan yang samar.
Kesimpulan
Dari keseluruhan lirik 'Ada Sisa - Sisa Suara', Ebiet G. Ade memberikan gambaran yang kuat mengenai perjuangan batin yang dialami banyak orang. Lagu ini bukan hanya tentang kenangan yang menyakitkan, tetapi juga tentang harapan untuk menemukan kedamaian di tengah kebisingan diri. Dengan lirik yang puitis, ia berhasil menyentuh hati pendengar dan menggugah kesadaran akan pentingnya memahami serta menghadapi rasa sakit yang ada dalam diri.









































