الَّذِيْنَ لَا يُؤْتُوْنَ الزَّكٰوةَ وَهُمْ بِالْاٰخِرَةِ هُمْ كٰفِرُوْنَ
Allażīna lā yu'tūnaz-zakāta wa hum bil-ākhirati hum kāfirūn(a).
(yaitu) orang-orang yang tidak menunaikan zakat dan mereka ingkar terhadap kehidupan akhirat.
Siapakah orang-orang yang mempersekutukan Allah itu? Mereka adalah orang-orang yang tidak menunaikan zakat, dan mereka juga ingkar terhadap kehidupan akhirat dan tidak mempercayai adanya kebangkitan manusia kembali setelah mereka dimatikan.
Yang dimaksud dengan orang-orang yang mempersekutukan Allah pada ayat di atas ialah orang-orang yang tidak menunaikan zakat dan orang-orang yang mengingkari adanya hari akhir.
Zakat diwajibkan pada periode Medinah dan ayat ini termasuk Makkiyyah (ayat-ayat yang diturunkan sebelum hijrah ke Medinah). Oleh karena itu, yang dimaksud dengan zakat ialah mensucikan jiwa dari kesyirikan dan kekikiran.
Ibnu ‘Abbās menerangkan pengertian lā yu'tūna az-zakāh (tidak menunaikan zakat) adalah tidak bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah. Itulah zakat al-anfus (penyucian jiwa) karena surah ini termasuk surah Makkiyyah dan zakat diwajibkan di Medinah. Sebagian mufasir berpendapat bahwa orang kafir Mekah senang berinfak dan memberi minum dan makan jamaah haji. Namun mereka tidak memberikannya kepada Nabi Muhammad dan orang-orang yang beriman. Maka turunlah ayat ini.
Basyar بَشَرٌ (Fuṣṣilat/41: 6)
Basyar artinya manusia karena manusia kulitnya tampak, tidak tertutup seperti binatang yang kulitnya tertutup bulu. Penggunaan kata basyar bagi manusia biasanya mengacu pada kedudukannya sebagai makhluk yang memiliki kesamaan dengan sesamanya, yang membedakan hanyalah pengetahuan dan amal salehnya. Pada ayat ini disebutkan sebagai basyar atau manusia yang memiliki kesamaan dengan manusia lainnya dalam berbagai aspek kemanusiaannya, seperti memiliki pancaindra, merasakan lapar, dahaga, mengantuk, serta memiliki naluri dan kebutuhan. Yang membedakan rasul dengan manusia lainnya adalah kedudukan beliau sebagai nabi dan rasul yang menerima wahyu dan mendapat tugas menyeru manusia untuk menyembah Allah yang Esa. Kata basyar terulang dalam Al-Qur’an sebanyak 36 kali.
















































