Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 67 - Surat Gāfir (Maha Pengampun)
غافر
Ayat 67 / 85 •  Surat 40 / 114 •  Halaman 475 •  Quarter Hizb 48.25 •  Juz 24 •  Manzil 6 • Makkiyah

هُوَ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ تُرَابٍ ثُمَّ مِنْ نُّطْفَةٍ ثُمَّ مِنْ عَلَقَةٍ ثُمَّ يُخْرِجُكُمْ طِفْلًا ثُمَّ لِتَبْلُغُوْٓا اَشُدَّكُمْ ثُمَّ لِتَكُوْنُوْا شُيُوْخًا ۚوَمِنْكُمْ مَّنْ يُّتَوَفّٰى مِنْ قَبْلُ وَلِتَبْلُغُوْٓا اَجَلًا مُّسَمًّى وَّلَعَلَّكُمْ تَعْقِلُوْنَ

Huwal-lażī khalaqakum min turābin ṡumma min nuṭfatin ṡumma min ‘alaqatin ṡumma yukhrijukum ṭiflan ṡumma litablugū asyuddakum ṡumma litakūnū syuyūkhā(n), wa minkum may yutawaffā min qablu wa litablugū ajalam musammaw wa la‘allakum ta‘qilūn(a).

Dialah yang menciptakanmu dari tanah, kemudian dari setetes mani, lalu dari darah yang menggumpal, kemudian Dia lahirkan kamu sebagai seorang anak kecil, kemudian (Dia membiarkan) kamu sampai dewasa, lalu menjadi tua. (Akan tetapi,) di antara kamu ada yang dimatikan sebelum itu. (Dia pun membiarkan) agar kamu sampai kepada kurun waktu yang ditentukan dan agar kamu mengerti.

Makna Surat Gafir Ayat 67
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Setelah menjelaskan bahwa hanya Dia yang layak disembah, Allah lalu menguraikan beberapa bukti kekuasaan-Nya yang ada dalam diri manusia. Dialah Tuhan Yang Maha Esa, yang telah menciptakanmu, wahai manusia, dari tanah, kemudian sesudah itu dari setetes mani yang bertemu dengan indung telur dalam rahim, lalu sesudah itu dari segumpal darah, kemudian setelah menempuh waktu sembilan bulan atau lebih, kamu dilahirkan sebagai seorang anak, kemudian dibiarkan-Nya kamu tumbuh sampai menjadi manusia dewasa, lalu kemudian menjadi tua dan lanjut usia. Akan tetapi, di antara kamu ada yang dimatikan sebelum itu atau sebelum mencapai usia dewasa atau tua. Kami perbuat demikian agar kamu menyadari bahwa ada batas sampai kepada kurun waktu yang ditentukan bagi setiap orang, agar kamu mengerti dan memahami ketentuan ini.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Dialah yang menjadikan manusia dari tanah, menjadi setetes mani, dari setetes mani menjadi sesuatu yang melekat, dan segumpal darah menjadi segumpal daging, kemudian dilahirkan ke dunia dalam bentuk manusia.

Jumhur ulama berpendapat bahwa yang dimaksud dengan Allah men-ciptakan manusia dari tanah ialah bapak manusia yaitu Adam yang diciptakan Allah dari tanah.

Sebagian ahli tafsir menerangkan bahwa yang dimaksudkan dengan Allah menjadikan manusia dari tanah ialah Allah menjadikan manusia dari sari pati yang berasal dari tanah. Seorang bapak dan seorang ibu memakan makanan yang berasal dari tanah, dari binatang ternak, dan tumbuh-tumbuhan. Binatang ternak memakan tumbuh-tumbuhan dan berkembang dengan menggunakan zat-zat yang berasal dari tanah. Makanan yang dimakan ibu atau bapak itu merupakan sumber utama untuk membentuk sel telur atau sperma. Sel telur ibu bertemu dengan sperma bapak dalam rahim ibu, sehingga menjadi segumpal darah dan seterusnya.

Allah lalu menerangkan bahwa manusia yang diciptakan-Nya dari tanah itu mengalami hidup dalam tiga masa; yaitu:

1. Masa kanak-kanak.

2. Masa dewasa.

3. Masa tua.

Di antara manusia ada yang diwafatkan Allah pada masa kanak-kanak, ada pula pada masa dewasa, dan ada yang diwafatkan setelah berusia lanjut. Ketentuan kapan seorang manusia meninggal itu berada di tangan Allah semata.

Proses kejadian manusia itu diterangkan dalam ayat ini agar dapat menjadi bahan renungan dan pemikiran bagi orang-orang yang berakal, sehingga mereka beriman kepada Allah Pencipta seluruh makhluk.

Isi Kandungan Kosakata

1. Ṭifl(an) طِفْلاً (Gāfir/40: 67)

Kata ṭifl(an) atau aṭ-ṭifl, dalam Al-Qur’an disebutkan tidak kurang dari 3 (tiga) kali, yaitu dalam Surah an-Nūr/24: 31, Surah al-Ḥajj/22: 5, dan dalam ayat ini. Kata ini merupakan kata mufrad (singular). Jamak (plural)nya adalah al-aṭfāl seperti disebutkan dalam Surah an-Nūr/22: 59. Al-Qur’an menyebutkan kata ṭifl(an) dalam arti manusia yang baru dilahirkan dari kandungan ibunya. Secara harfiah, dalam kamus, aṭ-ṭifl artinya bayi, anak kecil. Aṭ-ṭifl atau bayi kecil itu disebut pula dengan aṭ-ṭafulu yang artinya lunak dan halus. Secara umum aṭ-ṭifl artinya aṣ-ṣagīr min kulli syai'in (yang kecil dari segala sesuatu). Jadi, maksud firman Allah ṡumma yukhrijukum ṭifl(an) adalah bahwa manusia/kamu dilahirkan sebagai bayi yang tulang-belulangnya masih lunak dan kulitnya sangat halus.

2. Syuyūkh(an) شُيُوْخًا (Gāfir/40: 67)

Kata syuyūkh(an) merupakan isim jama‘ (kata benda untuk banyak). Mufrad (bentuk tunggal)nya adalah syaikh. Asy-Syaikh, artinya tua, ketua (al-ra'īs), atau man kāna kabīr fī a‘yūn al-qaum. (orang yang terpandang karena ilmunya atau kedudukannya). Dalam ayat ini, kata syuyūkh(an) tentu artinya “usia tua” sesuai petunjuk (qarīnah) yang sebelumnya yang menyebut tahap perkembangan manusia, yakni ṭifl (anak-anak), masa remaja (tak disebut), dewasa (asyuddakum), lalu syuyūkh, memasuki usia tua. Terdapat perbedaan pendapat para pakar dalam menentukan kapan seseorang dipandang memasuki usia tua. Pandangan yang terkuat, usia 40 tahun telah masuk usia tua karena usia dewasa 25 sampai 40 tahun. Usia remaja 13 sampai 25, usia 40 ke atas dihitung usia tua atau syuyūkh(an) itu.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto