Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 9 - Surat Maryam (Maryam)
مريم
Ayat 9 / 98 •  Surat 19 / 114 •  Halaman 305 •  Quarter Hizb 31.25 •  Juz 16 •  Manzil 4 • Makkiyah

قَالَ كَذٰلِكَۗ قَالَ رَبُّكَ هُوَ عَلَيَّ هَيِّنٌ وَّقَدْ خَلَقْتُكَ مِنْ قَبْلُ وَلَمْ تَكُ شَيْـًٔا

Qāla każālik(a), qāla rabbuka huwa ‘alayya hayyinuw wa qad khalaqtuka min qablu wa lam taku syai'ā(n).

Dia (Allah) berfirman,459) ”Demikianlah.” Tuhanmu berfirman, ”Hal itu mudah bagi-Ku; sungguh, engkau telah Aku ciptakan sebelum itu, padahal (pada waktu itu) engkau belum berwujud sama sekali.”

Makna Surat Maryam Ayat 9
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Menjawab keheranan Zakaria, Allah berfirman, “Demikianlah. Benar bahwa engkau telah lanjut usia dan istrimu mandul.” Memastikan kehendak-Nya, Tuhanmu berfirman, “Wahai Zakaria, sungguh hal itu, yaitu memberimu anak dalam kondisimu yang seperti itu, adalah hal mudah bagi-Ku sebagaimana Aku menciptakan manusia dalam keadaan normalnya. Sungguh, engkau tidak perlu heran karena engkau telah Aku ciptakan sebelum itu, padahal pada waktu itu engkau sama sekali belum berwujud sebagai apa pun.”

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Ayat ini menjelaskan bahwa Zakariya akan dianugerahi seorang putra, walaupun ia sudah sangat tua dan istrinya mandul. Hal itu adalah mudah bagi Tuhan. Kalau Allah mampu menciptakan Adam dari yang tidak ada sama sekali kemudian menjadi ada, maka menciptakan seorang anak dari yang ada, yaitu Zakaria dan istrinya adalah lebih mudah bagi Allah. Beberapa firman Allah berikut ini menunjukkan bahwa tidak ada kesulitan sedikitpun bagi Allah untuk menciptakan segala yang dikehendaki-Nya antara lain yaitu :

اَلَمْ تَعْلَمْ اَنَّ اللّٰهَ يَعْلَمُ مَا فِى السَّمَاۤءِ وَالْاَرْضِۗ اِنَّ ذٰلِكَ فِيْ كِتٰبٍۗ اِنَّ ذٰلِكَ عَلَى اللّٰهِ يَسِيْرٌ ٧٠

Tidakkah engkau tahu bahwa Allah mengetahui apa yang di langit dan di bumi? Sungguh, yang demikian itu sudah terdapat dalam sebuah Kitab (Lauḥ Maḥfūẓ). Sesungguhnya yang demikian itu sangat mudah bagi Allah. (al-Ḥajj/22: 70)

Dan firman Allah:

اَوَلَمْ يَرَوْا كَيْفَ يُبْدِئُ اللّٰهُ الْخَلْقَ ثُمَّ يُعِيْدُهٗ ۗاِنَّ ذٰلِكَ عَلَى اللّٰهِ يَسِيْرٌ ١٩

Dan apakah mereka tidak memperhatikan bagaimana Allah memulai penciptaan (makhluk), kemudian Dia mengulanginya (kembali). Sungguh, yang demikian itu mudah bagi Allah. (al-’Ankabūt/29: 19)

Isi Kandungan Kosakata

1. Nidā’an Khafiyyā نِدَاءً خَفِيًّا (Maryam/19: 3)

Artinya: suara yang lembut. Nidā’ pada mulanya adalah menunjukkan arti panggilan. Jika memanggil kepada Allah disebut doa atau keluh kesah. Pada ayat ini Nabi Zakariya memanggil/berdoa kepada Tuhannya dengan suara lembut yang tersirat di dalamnya doa dan harapan. Cara berdoa seperti ini berarti keluh kesah yang muncul dari relung hati yang terdalam yang menunjukkan keikhlasan. Ada sekitar 8 keluh kesah dan pengharapan/doa. 4 keluhan dan pengharapan, yaitu lemahnya tulang, banyaknya uban di kepala, tidak pernah kecewa berdoa kepada Tuhannya, kekhawatiran terhadap mawali-mawalinya sepeninggalnya, kemandulan isterinya, sedangkan doanya ialah: Agar dia diberi putera/keturunan, Yang bisa mewarisinya dan mewarisi keluarga Yakub; Agar menjadi orang yang diridai Allah.

2. al-Mawāli اَلْمَوَالِي (Maryam/19: 5)

Al-Mawāli adalah bentuk jamak dari mawla. Akar katanya dari (و- ل-ي) yang mempunyai arti dekat. Kedekatan bisa dalam aspek tempat, nasab, agama, pertemanan, dan akidah. Dari sini kata wali/maula berkembang pada berbagai macam penggunaan seperti teman akrab, tetangga, penolong, anak paman dari jalur ayah, hamba sahaya yang dimerdekakan dan orang yang memerdekakan hamba sahaya. Al-Wala’ berarti loyalitas kepada yang lain karena dia terus menerus dekat dengan sesuatu tersebut. Al-Qur’an menggunakan kata "mawāli" dalam bentuk jamak di tiga tempat yaitu surah an-Nisā’/4:33, Maryam/19:5, dan al-Aḥzāb/33:5. Pada dua tempat pertama kata mawāli berarti para ahli waris, atau anak-anak paman. Sementara pada Surah al-Aḥzāb berarti hamba sahaya.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto