Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 9 - Surat Saba' (Saba')
سبأ
Ayat 9 / 54 •  Surat 34 / 114 •  Halaman 429 •  Quarter Hizb 43.5 •  Juz 22 •  Manzil 5 • Makkiyah

اَفَلَمْ يَرَوْا اِلٰى مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ مِّنَ السَّمَاۤءِ وَالْاَرْضِۗ اِنْ نَّشَأْ نَخْسِفْ بِهِمُ الْاَرْضَ اَوْ نُسْقِطْ عَلَيْهِمْ كِسَفًا مِّنَ السَّمَاۤءِۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيَةً لِّكُلِّ عَبْدٍ مُّنِيْبٍ ࣖ

Afalam yarau ilā mā baina aidīhim wa mā khalfahum minas-samā'i wal-arḍ(i), in nasya' nakhsif bihimul-arḍa au nusqiṭ ‘alaihim kisafam minas-samā'(i), inna fī żālika la'āyatal likulli ‘abdim munīb(in).

Tidakkah mereka memperhatikan langit dan bumi yang ada di hadapan dan di belakang mereka? Jika menghendakinya, niscaya Kami membenamkan mereka di bumi atau menjatuhkan kepingan-kepingan (benda-benda angkasa) dari langit di atas mereka. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran dan kekuasaan Allah) bagi setiap hamba yang kembali (kepada-Nya).

Makna Surat Saba' Ayat 9
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Menampik tuduhan keji orang kafir itu Allah berfirman, “Maka apakah mereka tidak memperhatikan langit yang tinggi dan hamparan bumi yang ada di hadapan dan di belakang mereka? Semua berada dalam kekuasaan Kami. Jika Kami menghendaki, niscaya Kami benamkan mereka di bumi sebagaimana kami telah membenamkan Qarun, atau Kami jatuhkan kepada mereka kepingan-kepingan dari langit, yakni pecahan benda-benda angkasa. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda kekuasaan Allah bagi setiap hamba yang kembali, yakni memohon ampun kepada-Nya.”

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Pada ayat ini, Allah memberikan peringatan kepada orang-orang yang tidak percaya akan terjadinya hari Kiamat dan menyuruh mereka memper-hatikan kejadian-kejadian alam yang mereka saksikan sendiri. Betapa banyaknya bencana alam yang terjadi di beberapa negeri seperti gempa dahsyat yang menghancurkan bangunan, menimbulkan korban jiwa dan harta benda yang tak ternilai, banjir besar yang menghanyutkan rumah, manusia, binatang, dan tanaman.

Menurut kajian ilmiah, karena langit berbentuk bola, maka di mana pun manusia menginjak bumi maka langit akan selalu berada di depan dan di belakangnya, serta di atas dan di bawahnya. Penggalan ayat ini juga menunjukkan bahwa bentuk bumi adalah bulat.

Gumpalan dari langit dapat ditafsirkan sebagai pecahan benda langit (planet, bintang, komet, dan lain-lain) setelah mengalami benturan satu sama lain. Pecahan-pecahan ini dikenal dengan nama asteroid, meteorit, dan lain sebagainya. Setiap hari permukaan bumi dihujani oleh bom-bom batuan pecahan, yang bisa mengakibatkan kerusakan bumi dan penghuni-nya. Karena Allah Maha Pengasih dan Penyayang, Ia melindungi bumi dengan pelindung berupa lapisan udara yang disebut atmosfer. Lapisan udara itu bagaikan rem yang meredam gerakan bom-bom ini dengan gesekan yang terjadi pada saat bersinggungan dengan asteroid atau meteorit. Bahkan bisa langsung memusnahkannya karena asteroid atau meteorit hancur atau terbakar habis akibat panas yang ditimbulkan oleh gesekan dengan atmosfer bumi.

Perisai pelindung lain adalah lapisan ozon, medan magnit bumi yang mengerem pecahan-pecahan yang bermuatan. Jika lapisan ozon ini terkoyak karena pencemaran udara, pecahan benda langit itu akan jatuh menghunjam ke bumi, dan bisa saja menimpa manusia atau membenamkannya ke permukaan bumi.

Sejarah mencatat bagaimana Allah menghancurkan beberapa umat terdahulu, dan sisa peninggalan mereka masih dapat dilihat sampai sekarang. Apakah semua ini tidak menginsafkan mereka bahwa bila Allah menghendaki, Ia dapat membenamkan negeri mereka ke dalam tanah, dan dapat pula mengirimkan benda langit seperti meteor atau planet, untuk membentur bumi, dan dengan demikian terjadilah malapetaka yang tidak dapat dibayangkan bagaimana dahsyatnya. Tidakkah mereka mengambil pelajaran dari kejadian-kejadian alam itu atau dari kejadian yang tertulis dalam sejarah dan sisa-sisa peninggalan yang masih dapat mereka saksikan sendiri? Bagi orang yang hatinya disinari cahaya iman, berbagai kejadian itu menambah keimanan mereka dan menjadikan mereka meyakini bahwa Allah Mahakuasa, dan bahwa mereka pada hakikatnya akan kembali kepada Allah Pemilik dan Penguasa langit dan bumi Yang Mahabijaksana dan Mahaadil.

Isi Kandungan Kosakata

1. Mumazzaq مُمَزَّق (Saba’/34: 7)

Kata yang berakar pada huruf-huruf (mim-zai-qaf) mempunyai arti adanya robekan (takharruq) pada sesuatu. Kata al-mizāq digunakan untuk potongan-potongan baju yang tersobek-sobek. Nāqah mizāq artinya unta yang larinya sangat kencang sehingga hampir saja mengelupaskan kulit kakinya. Lalu muncul arti: tercerai-berai, hancur, dan lain sebagainya. Dalam ayat ini digambarkan bahwa Allah telah mencerai-beraikan kaum Saba’ yang durhaka, sebagaimana tercerai-berainya kain yang tidak beraturan, sehingga mereka terpencar ke beberapa penjuru bumi untuk mencari kehidupan yang baru. Diceritakan bahwa kabilah Gassān menuju ke negeri Syam, kabilah Azd ke Oman, kabilah Khuza‘ah ke Tihamah, Suku Aus dan Khazraj ke Yasrib (Medinah), sedangkan keluarga Kabilah Khuzaimah ke negeri Irak.

2. Kisafan كِسَفًا (Saba’/34: 9)

Kisafan merupakan bentuk plural (jamak) dari kisfah. Kata yang terambil dari akar kata (kaf-sin-fa’) mempunyai dua arti pokok. Pertama: adanya perubahan pada satu hal menuju keadaan yang tidak disenangi. Peristiwa gerhana bulan yang disebut dengan kusuf al-qamar adalah peristiwa di mana cahaya rembulan memudar karena tertutup oleh benda lain (bumi) dan menghilang. Orang yang bermuram durja disebut dengan kāsif al-wajh, karena keadaannya berubah dari senang ke tidak senang. Kedua: potongan sesuatu. Al-Kisfah bisa berarti potongan dari satu pakaian atau juga sepotong awan (Lihat Tafsir al-Isrā’/17: 92). Pada ayat ini, Allah menceritakan bahwa ada gumpalan awan yang membawa azab dan petaka bagi kaum Quraisy sebagaimana yang terjadi pada penduduk kota Aykah kaum Nabi Syuaib.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto