Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 81 - Surat Yāsīn (Yasin)
يٰسۤ
Ayat 81 / 83 •  Surat 36 / 114 •  Halaman 445 •  Quarter Hizb 45.25 •  Juz 23 •  Manzil 5 • Makkiyah

اَوَلَيْسَ الَّذِيْ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ بِقٰدِرٍ عَلٰٓى اَنْ يَّخْلُقَ مِثْلَهُمْ ۗبَلٰى وَهُوَ الْخَلّٰقُ الْعَلِيْمُ

Awa laisal-lażī khalaqas-samāwāti wal-arḍa biqādirin ‘alā ay yakhluqa miṡlahum, balā wa huwal-khallāqul-‘alīm(u).

Bukankah Zat yang menciptakan langit dan bumi mampu menciptakan manusia yang serupa mereka itu (di akhirat kelak)? Benar. Dialah yang Maha Banyak Mencipta lagi Maha Mengetahui.

Makna Surat Yasin Ayat 81
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Demikianlah bukti-bukti kuasa Allah. Dan bukankah Allah yang mampu menciptakan langit dan bumi, mampu pula menciptakan kembali yang serupa itu, yaitu jasad mereka yang sudah hancur? Benar. Allah kuasa menciptakannya dan Dia Maha Pencipta segala sesuatu lagi Maha Mengetahui ciptaan-Nya.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Allah mengemukakan pertanyaan kepada orang-orang yang tidak mempercayai hari kebangkitan itu bahwa jika mereka percaya bahwa Allah kuasa menciptakan langit dan bumi ini, mengapa Allah tidak kuasa pula menciptakan sesuatu yang serupa dengan itu. Jawabannya adalah Allah pasti kuasa menciptakannya, karena Dia Maha Pencipta, lagi Maha Mengetahui.

(82) Allah menerangkan betapa mudah bagi-Nya menciptakan sesuatu. Apabila Ia menghendaki untuk menciptakan suatu makhluk, cukuplah Allah berfirman, “Jadilah,” maka dengan serta-merta terwujudlah makhluk itu.

Isi Kandungan Kosakata

1. Khaṣīm Mubīn خَصِيْمٌ مُبِيْنٌ (Yāsīn/36: 77)

Khaṣīm mubīn artinya: penentang atau musuh yang jelas. Berasal dari fi‘il khaṣima - yakhṣumu - khaṣman artinya: menentang, melawan, memusuhi, dan mau mengalahkan. Pada ayat 77 ini, Allah mengingatkan kita semua manusia dengan kalimat pernyataan yang bergaya satire atau ejekan, yaitu apakah manusia tidak memperhatikan kenyataan bahwa Allah telah menciptakannya dari setetes air mani, tetapi kemudian ternyata “fa’iżā huwa khaṣīm(un) mubīn(un)”, artinya ia kemudian menjadi penentang yang terang-terangan. Manusia banyak yang tidak beriman kepada Allah, tidak mengakui kekuasaan-Nya, tidak tunduk pada aturan dan ketentuan-Nya, bahkan tidak taat pada perintah dan larangan-Nya. Memang manusia yang diciptakan Allah menjadi makhluk yang paling baik bentuknya dan paling berkuasa di muka bumi, kemudian banyak yang lupa pada penciptanya dan bahkan melawan kehendak-Nya. Menentang pencipta, pemelihara, dan pengatur alam ini tentu berakibat kerugian yang sangat besar, padahal Allah telah menunjukkan jalan yang baik dan benar supaya manusia selamat di dunia maupun akhirat.

2. Malakūt مَلَكُوْتُ (Yāsīn/36: 83)

Malakūt artinya kekuasaan, kemuliaan, kerajaan besar. Berasal dari fi‘il malaka – yamliku – malakan - wamalakatan artinya: memiliki, menguasai, memerintah. Pada ayat terakhir Surah Yāsīn ini Allah menegaskan dengan firman-Nya, “biyadihī malakūtu kulli syai'in wa ilaihi turja‘ūn,” artinya: hanya di tangan-Nya kekuasaan dan kemuliaan atas segala sesuatu dan hanya kepada-Nyalah kamu semua akan dikembalikan. Maksudnya hanya Allah pencipta, pemelihara, dan pengatur alam raya ini, dan juga hanya kepada Allah kita dan semua makhluk akan dikembalikan. Jadi tidak benar jika ada pembagian tugas seperti adanya penguasa yang mencipta alam ini, kemudian ada penguasa lain yang memelihara dan mengaturnya, serta ada penguasa yang lain lagi yang akan menghancurkannya. Allah adalah Maha Esa dan Mahakuasa, di tangan Allahlah semua kekuasaan dan kerajaan besar ini, dan tidak ada sekutu bagi Allah, Mahasuci Allah dari segala kekurangan dan kelemahan seperti yang disifatkan oleh orang-orang kafir dan musyrik.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto