Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 75 - Surat Al-Ḥajj (Haji)
الحجّ
Ayat 75 / 78 •  Surat 22 / 114 •  Halaman 341 •  Quarter Hizb 34.75 •  Juz 17 •  Manzil 4 • Madaniyah

اَللّٰهُ يَصْطَفِيْ مِنَ الْمَلٰۤىِٕكَةِ رُسُلًا وَّمِنَ النَّاسِۗ اِنَّ اللّٰهَ سَمِيْعٌۢ بَصِيْرٌ ۚ

Allāhu yaṣṭafī minal-malā'ikati rusulaw wa minan-nās(i), innallāha samī‘um baṣīr(un).

Allah memilih para utusan dari malaikat dan manusia. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.

Makna Surat Al-Hajj Ayat 75
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Allah memilih para utusan-Nya dari malaikat untuk menyampaikan wahyu kepada para nabi dan rasul, dan juga memilih dari manusia, sejak Nabi Adam hingga Nabi Muhammad, karena kasih sayang-Nya kepada manusia untuk menjelaskan kepada mereka bahwa sesungguhnya tidak ada tuhan selain Allah dan tidak layak beribadah kecuali kepada-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar semua pembi-caraan makhluk, baik yang terucap maupun yang tersimpan dalam hati; Maha Melihat seluruh ciptaan-Nya, baik yang di langit maupun di perut bumi.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Diriwayatkan bahwa Walid bin Mugirah pernah berkata, “Apakah pernah diturunkan wahyu atasnya di antara kita?” Maka Allah menurunkan ayat ini.

Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa Dia telah memilih beberapa orang di antara para malaikat, untuk menjadi perantara antara Dia dengan para Rasul yang diutusnya, untuk menyampaikan wahyu, seperti malaikat jibril. Demikian pula Allah telah memilih beberapa orang rasul yang akan menyampaikan agama-Nya kepada manusia. Hak memilih para rasul adalah hak Allah, tidak seorang pun yang berwenang menetapkannya selain dari Dia. Allah Maha Mendengar semua yang diucapkan oleh hamba-hamba-Nya, melihat keadaan dan mengetahui kadar kemampuan mereka, sehingga Dia dapat menetapkan dan memilih siapa yang patut menjadi rasul atau nabi di antara mereka.

Hadis Nabi saw, beliau bersabda:

اِنَّ اللّٰهَ اصْطَفَى مُوْسَى بِالْكَلَامِ وَاِبْرَاهِيْم َ الْخُلَّةَ. (رواه الحاكم فى المستدرك عن ابن عباس)

Sesungguhnya Allah telah memilih Musa sebagai Kalimullah dan Ibrahim sebagai Khalilullah. (Riwayat al-Ḥākim dalam al-Mustadrak dari Ibnu ‘Abbās).

Isi Kandungan Kosakata

1. Yaslubhum يَسْلُبْهُمْ (al-Ḥajj/22:73)

Bentuk muḍari’ dari fi’il māḍy salaba. Akar katanya (س- ل- ب) artinya mengambil sesuatu dengan cara merampasnya (ikhtiṭaf) atau mengambil sesuatu dari orang lain dengan kekuatan (al-Qahr). Ayat ini menggambarkan betapa lemahnya sesembahan selain Allah, yang tidak mampu menciptakan makhluk yang kecil dan lemah, yang kelihatannya tidak berguna seperti lalat. Kemudian jika lalat tadi mengambil sesuatu dari manusia sedikit saja, dengan cara merampas, maka makhluk manapun tidak akan mampu merebutnya kembali dari lalat itu. Menghadapi perlakuan lalat yang kecil saja sesembahan yang berupa patung-patung itu tidak berdaya, begitu juga manusia tidak mampu, apalagi untuk persoalan yang lebih besar lagi.

2. Ḍa’ufaṭṭālibu Wal Maṭlūb ضَعُفَ الطَّالِبُ وَالْمَطْلُوْب ِ (al-Ḥajj/22:73)

Ḍa’uf a artinya lemah. Aṭ-Ṭālib artinya yang mencari, maksudnya ialah penyembah berhala. Mereka meyakini bahwa sesembahan tersebut bisa mendatangkan kemanfaatan dan menolak kemudaratan. Oleh karena itu mereka meminta kepada sesembahan tersebut. Penyembah dikatakan lemah karena ketidaktahuannya meminta sesuatu kepada sesembahan yang tidak mempunyai apa apa. Perbuatan ini jelas salah arah. Al-Maṭlūb maksudnya adalah sesembahan selain Allah. Dia lemah karena tidak mampu mengambil kembali apa yang diambil oleh lalat yang menghinggapinya dan mengambil sesuatu darinya.

Ada yang berpendapat bahwa yang dimaksud aṭ-ṭālib adalah lalat, al-Maṭlūb ialah sesembahan. Lalat adalah makhluk yang lemah. Begitu juga sesembahan. Ada yang berpendapat bahwa aṭ-ṭālib adalah sesembahan, al-maṭlūb adalah lalat. Artinya jika sesembahan itu ingin menciptakan lalat dia tidak akan mampu.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto