قُلْ اِنَّ الَّذِيْنَ يَفْتَرُوْنَ عَلَى اللّٰهِ الْكَذِبَ لَا يُفْلِحُوْنَۗ
Qul innal-lażīna yaftarūna ‘alallāhil-każiba lā yufliḥūn(a).
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tidak akan beruntung.”
Katakanlah, wahai Nabi Muhammad “Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah dengan me-ngatakan bahwa Allah mempunyai anak atau sekutu, mereka tidak akan beruntung, yakni tidak akan mendapatkan apapun yang mereka harapkan.”
Allah memerintahkan kepada Rasul-Nya agar mengatakan kepada orang-orang yang mempersekutukan-Nya dengan tuhan-tuhan yang lain, atau orang-orang yang mengatakan bahwa Allah mempunyai anak, bahwa orang-orang yang mengadakan kebodohan terhadap Allah seperti mereka itu, tidak akan beruntung karena apa yang mereka harapkan seperti keselamatan mereka dari siksaan api neraka, dan kehidupan bahagia berkat pertolongan dari patung-patung yang mereka pertuhankan, tidak akan menjadi kenyataan.
al-Ganiyy الْغَنِيّ (Yūnus/10: 68)
Al-Ganiyy merupakan isim fa’il, masdarnya الغنيّ yang berarti tidak membutuhkan yang lain. Seperti firman Allah pada Surah Fāṭir/35: 15, أنتم الفقراء إلى الله وهو الغنيّ الحميد . Kedua, berarti merasa berkecukupan seperti firman Allah pada Surah aḍ-Ḍuḥā/93: 8, ووجدك عائلا فأغنىّ. Ketiga, berarti kaya atau mampu dalam segi ekonomi, sebagaimana firman Allah dalam an-Nisā’/4: 6, ومن كان غنيّا فليستعفف . Kata al-ganiyy terulang sebanyak 17 kali di antaranya pada Surah al-Baqarah/2: 263, 267, Āli ‘Imrān/3: 97, dan al-An‘ām/6: 133.












































