
- Tentang
- Lirik
- Review
- Tracklist
- Komentar
Lonceng menandakan pukul satu malam tiba
Bisingnya jalan di muka rumahku tampak semakin reda
Lengking suara kota satu persatu pulas
Dibelai udara malam yang semakin dingin
Makna lirik lagu ini menggambarkan suasana malam di sebuah kota yang mulai tenang setelah ... tampilkan semua
Kantuk yang kuharap menyergapku tak kunjung datang
Sedangkan malam semakin larut
Sementara dari jauh jelas kudengar
Suara roda kereta menggilas rel semakin keras
Makna lirik lagu ini menggambarkan perasaan ketidakmampuan untuk tidur di tengah malam yan... tampilkan semua
Kini aku teringat
Pada desaku yang masih terpencil
Dengan mayoritas petani yang ramah tamah
Bila menyambutku datang dari kota
Makna lirik lagu ini menggambarkan kerinduan penulis terhadap kampung halamannya yang sede... tampilkan semua
Sementara saja timbul di benakku
Aku buat rencana pergi ke sana
Dengan kereta ′kan kujumpa desaku
Makna lirik lagu ini menggambarkan kerinduan dan harapan seseorang untuk kembali ke tempat... tampilkan semua
Sebab aku telah rindu
Bau lumpur sawah
Dan aroma pepohonan
Makna lirik lagu ini mencerminkan kerinduan seseorang terhadap suasana alam yang sederhana... tampilkan semua
Sementara saja timbul di benakku
Aku buat rencana pergi ke sana
Dengan kereta 'kan kujumpa desaku
Makna lirik lagu ini menggambarkan kerinduan dan harapan seseorang untuk kembali ke tempat... tampilkan semua
Lagu "Sentuhan" yang dinyanyikan oleh Dama Gaok mengangkat tema kerinduan yang mendalam terhadap kampung halaman. Melalui liriknya yang puitis, lagu ini berhasil menangkap esensi perasaan seseorang yang terjebak dalam kesibukan kota, sambil merindukan kedamaian dan kehangatan dari desanya.
Pembuka lagu ini sangat kuat, dengan gambaran situasi malam yang sunyi. “Lonceng menandakan pukul satu malam tiba” menunjukkan betapa larutnya waktu, sementara “bisingnya jalan di muka rumahku tampak semakin reda” menggambarkan transisi dari suasana riuh menjadi tenang. Hal ini menciptakan nuansa yang intim dan reflektif, seolah pendengar diundang untuk merenungkan perjalanan hidup dan kenangan yang telah berlalu.
Selanjutnya, lirik menggambarkan “suara roda kereta menggilas rel semakin keras”, yang tidak hanya memberikan gambaran konkret tentang kereta tetapi juga bisa diinterpretasikan sebagai simbol perjalanan menuju masa lalu yang diinginkan. Di sini, tercermin perasaan nostalgia yang kuat ketika penyanyi mengenang “desaku yang masih terpencil”, sebuah tempat yang aman dan penuh kasih, di mana para petani “ramah tamah” menyambut kembali kehadirannya.
Rindu yang dirasakan penyanyi semakin jelas ketika muncul keinginan untuk kembali ke desa, diungkapkan melalui rencana untuk “pergi ke sana” dan “dengan kereta 'kan kujumpa desaku”. Ini mencerminkan betapa pentingnya koneksi dengan akar dan identitas diri. Rindu akan “bau lumpur sawah” dan “aroma pepohonan” menekankan sensasi fisik yang melekat pada pengalaman tinggal di desa. Aroma ini mewakili keindahan alam yang sering terlupakan di tengah hiruk-pikuk kehidupan perkotaan.
Secara keseluruhan, "Sentuhan" bukan sekadar lagu tentang rindu; ini adalah sebuah pengingat akan pentingnya komunitas, kenangan masa kecil, dan keindahan sederhana yang ditemukan di dalamnya. Dalam dunia yang terus bergerak cepat, lagu ini mengajak pendengar untuk meluangkan waktu sejenak, memikirkan tentang tempat asal, dan merayakan perasaan hangat yang ditinggalkan di desa. Dama Gaok berhasil meramu nuansa itu dengan lirik yang sederhana namun mendalam, menghasilkan karya yang dapat menggerakkan hati siapa pun yang mendengarnya.




































