
- Tentang
- Lirik
- Review
- Tracklist
- Komentar
Derap langkah dan keringat kuli pembuat jalan
Dengan pengki di tangan kiri, pacul di pundak kanan
Dengus nafasnya terdengar keras, bagai suara kereta
K'ringat mereka menyengat aroma penderitaan
Makna lirik lagu ini menggambarkan perjuangan dan kerja keras para pekerja kuli yang memba... tampilkan semua
Berjalan gontai, perlahan
Berbaris bagai tentara yang kalah perang
Kerja keras kau lakukan
Walau upah tak berimbang, bak sapi perahan
Makna lirik lagu ini mencerminkan kesedihan dan keletihan yang dirasakan oleh masyarakat y... tampilkan semua
Kuli jalan, kerja siang dan malam
Kuli jalan, peduli curah hujan
Kuli jalan, panas tak dihiraukan
Kuli jalan, upah jauh berimbang
Makna lirik lagu ini menggambarkan kehidupan pekerja keras yang tak kenal lelah, berjuang ... tampilkan semua
Kuli jalan, pahlawan terlupakan
Kuli jalan, menangis di lubang galian
Kuli jalan, resah di kaki Tuan
Kuli jalan, anak-istri menunggu bimbang
Makna lirik lagu ini menggambarkan kehidupan pekerja yang terabaikan, seperti kuli atau bu... tampilkan semua
Kuli jalan
Makna lirik lagu ini mencerminkan perjalanan hidup seorang kuli atau pekerja yang berjuang... tampilkan semua
Lagu "Kuli Jalanan" karya Iwan Fals merupakan sebuah karya yang menggugah kesadaran tentang kondisi pekerja keras yang sering kali terlupakan dalam masyarakat. Melalui liriknya yang penuh makna, Iwan Fals menggambarkan realitas pahit yang dialami oleh para kuli jalanan, yang bekerja keras namun tak mendapatkan imbalan yang setimpal.
Dalam bait pertama, Iwan Fals memperlihatkan gambaran yang jelas tentang orang-orang yang mengandalkan tenaga fisik mereka untuk menciptakan jalan. 'Derap langkah dan keringat kuli pembuat jalan' mengisyaratkan kerja keras dan pengorbanan yang tidak terlihat oleh banyak orang. 'Dengan pengki di tangan kiri, pacul di pundak kanan' menggambarkan alat yang menjadi teman setia dalam keseharian mereka, menunjukkan bahwa mereka adalah bagian tak terpisahkan dari proses pembangunan.
Pada lirik selanjutnya, kita merasakan nuansa penderitaan yang teramat dalam. 'Dengus nafasnya terdengar keras, bagai suara kereta' menonjolkan betapa beratnya beban yang mereka pikul. Di mana 'k'ringat mereka menyengat aroma penderitaan' merujuk pada pengorbanan yang terpaksa mereka jalani, menggambarkan betapa getirnya hidup mereka.
Lebih lanjut, Iwan Fals menggambarkan kondisi kerja yang tidak berimbang. 'Walau upah tak berimbang, bak sapi perahan' menunjukkan bahwa meskipun mereka bekerja keras, hasil yang didapat sangat tidak sebanding. Teks ini mengingatkan kita akan eksploitasi yang sering kali terjadi pada buruh, di mana kerja keras tidak diikuti dengan kompensasi yang layak.
Pahlawan Terlupakan
Lirik berikutnya mengungkapkan ketekunan para kuli jalanan: 'Kuli jalan, kerja siang dan malam'. Ini menunjukkan dedikasi dan komitmen mereka terhadap pekerjaan meskipun harus berjuang melawan cuaca yang tidak menentu. 'Kuli jalan, peduli curah hujan' dan 'Kuli jalan, panas tak dihiraukan' menekankan semangat mereka yang terus berjuang meski lingkungan tidak selalu bersahabat.
Frasa 'Kuli jalan, pahlawan terlupakan' menjadi pernyataan yang sangat kuat, menyoroti bahwa meskipun mereka berkontribusi signifikan dalam pembangunan infrastruktur bangsa, namanya tidak dikenang dan sering terpinggirkan. Iwan Fals menggambarkan kesedihan yang mendalam melalui 'Kuli jalan, menangis di lubang galian', sebuah simbol dari harapan yang pupus dan perjuangan yang sia-sia.
Akhir dari lagu ini menekankan realita bahwa kuli jalanan juga memiliki kehidupan pribadi, dengan 'anak-istri menunggu bimbang'. Ini mengingatkan kita bahwa di balik setiap pekerja keras, terdapat kisah dan tanggung jawab keluarga yang harus dipenuhi, meskipun mereka sendiri dalam keadaan serba kekurangan.
Secara keseluruhan, "Kuli Jalanan" adalah suara hati dari mereka yang sering kali terabaikan. Iwan Fals berhasil menyampaikan pesan mengenai keadilan sosial dan kemanusiaan dengan cara yang menyentuh dan penuh rasa empati. Melalui liriknya, kita diajak untuk lebih menghargai karya keras para kuli jalanan yang menjadi pahlawan tanpa tanda jasa dalam kehidupan sehari-hari.




































