
- Tentang
- Lirik
- Review
- Tracklist
- Komentar
Langit nampak murung seperti gelisah
Angin bawa kabar tentang duka di sana
Makna lirik lagu ini menggambarkan suasana yang suram dan penuh ketidakpastian, di mana la... tampilkan semua
Lolong anjing malam bawa pertanda
Alam bawa kisah unggas resah
Be-ri-ta-kan tangis
Makna lirik lagu ini mengisyaratkan adanya hubungan antara alam dan perasaan manusia, di m... tampilkan semua
Saat gelombang lahar hanyutkan ribuan manusia
Tanpa mau mengerti datang tepati janji
Makna lirik lagu ini menggambarkan situasi di mana bencana alam, seperti gelombang lahar, ... tampilkan semua
Waktu seorang ibu belai mesra anaknya
Gemuruhnya petaka singkirkan jeritan yang ada
Makna lirik lagu ini menggambarkan momen penuh kasih sayang antara seorang ibu dan anaknya... tampilkan semua
Batu-batu telanjang menari di nurani
Hancurkan rumah-rumah, hancurkan kedamaian
Makna lirik lagu ini menggambarkan kondisi sosial yang kacau dan mengganggu ketentraman ma... tampilkan semua
Co-lom-bi-a
Co-lom-bi-a
Co-lom-bi-a
Co-lom-bi-a
Makna lirik lagu ini terfokus pada penggambaran negara Kolombia, menggugah rasa cinta dan ... tampilkan semua
Sementara kita di sini
Tanpa beban bernyanyi
Sedangkan mereka gundah
Di sela ganasnya wabah
Makna lirik lagu ini menggambarkan kontras antara kebebasan dan keceriaan yang dialami ole... tampilkan semua
Sementara kita di sini
Asyik cumbui mimpi
Sedangkan mereka di sana
Rindukan riuhnya pesta
Makna lirik lagu ini menggambarkan perasaan kontras antara kebahagiaan dan kesenangan yang... tampilkan semua
Ada sekuntum bunga mekar
Bercengkerama dengan lahar
Makna lirik lagu ini menggambarkan kontras antara keindahan dan kehampaan, di mana "sekunt... tampilkan semua
Seorang bayi mungil
Begitu manis menyambut mati
Makna lirik lagu ini mencerminkan kontradiksi antara kehidupan dan kematian, di mana sosok... tampilkan semua
Co-lom-bi-a
Co-lom-bi-a
Makna lirik lagu ini menggambarkan sebuah penghormatan terhadap keindahan dan kekayaan bud... tampilkan semua
Lagu "Columbia" yang diciptakan dan dinyanyikan oleh Iwan Fals merupakan sebuah karya yang tidak hanya menghibur, tetapi juga sarat dengan makna dan pesan sosial yang mendalam. Dalam liriknya, Iwan Fals mengajak pendengarnya untuk merenungkan perbedaan antara kehidupan yang nyaman dan mereka yang sedang mengalami penderitaan. Melalui nuansa melankolis dan puitis, lagu ini menyampaikan sebuah narasi yang kuat tentang kesengsaraan dan ketidakadilan.
Eksplorasi Tema Kesedihan dan Penderitaan
Diawali dengan penggambaran langit yang "murung" dan "gelisah", lirik lagu ini langsung menarik perhatian kita kepada suasana duka. Elemen alam dimainkan sebagai simbol dari ketidakberdayaan ketika bencana melanda, dengan "angin" yang membawa kabar duka dan "lolong anjing malam" yang memberikan pertanda. Penggunaan ungkapan ini menciptakan suasana horor dan ketegangan yang menggugah perasaan pendengar.
Selanjutnya, lirik menggambarkan peristiwa tragis di mana "gelombang lahar" mengakibatkan hanyutnya "ribuan manusia". Di sini, Iwan Fals mengangkat tema bencana alam yang merenggut banyak nyawa, dan menghadirkan gambaran waktu seorang ibu yang "belai mesra anaknya" sebelum tragedi hit terjadi. Konteks ini tidak hanya sekadar menggambarkan peristiwa bencana, tetapi membantu pendengar merasakan emosi yang mendalam dari kehilangan dan kerinduan.
Konflik antara Kehidupan Nyata dan Ilusi
Bagian paling mencolok dari lagu ini adalah kontras yang ditawarkan antara mereka yang menderita dan "kita di sini" yang "tanpa beban bernyanyi". Penekanan pada perbedaan ini mengajak pendengar untuk merenungkan bagaimana banyak orang yang terlena dalam kehidupan mereka sendiri sementara orang lain menderita akibat perang, bencana, atau kesengsaraan. Frasa "sedangkan mereka gundah" menciptakan rasa empati dan mungkin juga rasa bersalah bagi mereka yang hidup dalam kenyamanan.
Simbolisme dalam Nuansa Alam
Lagu ini juga memperlihatkan simbolisme yang kuat dalam hubungan antara alam dan manusia. "Ada sekuntum bunga mekar" yang bercengkerama dengan "lahar" memberikan gambaran betapa kehidupan itu terus berjalan meskipun dalam situasi yang memilukan. Ini bisa diartikan sebagai harapan dan ketahanan manusia meski dalam kondisi terburuk. Di sisi lain, penggambaran "seorang bayi mungil" yang "menyambut mati" menunjukkan bahwa kehidupan dan kematian berjalan beriringan, dan kadang-kadang hadirnya kehidupan baru harus diwarnai dengan kesedihan yang mendalam.
Pentingnya Kesadaran Sosial
Melalui "Columbia", Iwan Fals mengajak kita untuk lebih peka terhadap kondisi sosial di sekeliling kita. Lagu ini menjadi pengingat bahwa sementara sebagian orang mungkin menikmati hidup, ada banyak yang berjuang dalam diam. Dengan lirik yang puitis dan emosional, Iwan Fals tidak hanya menghibur, tetapi juga menggugah kesadaran masyarakat tentang pentingnya empati dan solidaritas. Seperti yang diungkapkan dalam refrain, pengulangan kata "Co-lom-bi-a" seolah menjadi seruan untuk menuntut perhatian dan aksi terhadap masalah yang ada.
Secara keseluruhan, "Columbia" adalah sebuah karya yang mengajak pendengarnya untuk tidak hanya menikmati melodi, tetapi juga merenungkan pesan yang tersimpan dalam setiap liriknya. Dengan perpaduan antara kebangkitan spiritual dan kesadaran sosial, Iwan Fals berhasil menjadikan lagu ini sebagai karya yang abadi dan relevan dalam konteks kemanusiaan.






































