
- Tentang
- Lirik
- Review
- Tracklist
- Komentar
Ibu, ijinkanlah aku bicara
Dengarkanlah dan jangan kau hentikan
Cerita yang hendak aku paparkan
Dan semestinya engkau dapat mengerti
Cintaku telah menggumpal dan membeku di dalam dada
Makna lirik lagu ini menggambarkan kerinduan dan keinginan seseorang untuk berbicara denga... tampilkan semua
Ibu, biarkan aku jadi lelaki
Rasanya aku telah cukup dewasa
Dan akan bijak mengambil keputusan
Jangan ′kau kurung dengan peraturanmu
Berikan kebebasan untuk memilih tambatan hati
Makna lirik lagu ini mencerminkan perjuangan seseorang, dalam hal ini seorang anak, untuk ... tampilkan semua
Ibu, kemarin aku bertemu dia
Gadis sempurna mengguncangkan hati
Makna lirik lagu ini menggambarkan perasaan seorang anak yang berbagi pengalaman emosional... tampilkan semua
Ibu, ijinkan aku jatuh cinta
Jangan kaupaksa atas pilihanmu
Lihatlah betapa aku hanya gemetar
Mulutku kelu, wajah bagai terbakar
Ombak bergulung dan angin di pantai saksi kegagalanku
Makna lirik lagu ini mengekspresikan perasaan cinta yang tulus tetapi terhalang oleh harap... tampilkan semua
Ibu, kemana kah wajah harus kusembunyikan?
Aku yang dilahirkan sebagai lelaki
Tak mampu memandang apalagi bicara
Belenggu ini terlalu erat mengikat
Telah punah kejantanan yang kumiliki
Semoga 'kau mengerti
Makna lirik lagu ini menggambarkan perjuangan individu yang merasa tertekan oleh norma-nor... tampilkan semua
Ibu, kemarin aku bertemu dia
Gadis sempurna mengguncangkan hati
Ibu, ijinkan aku jatuh cinta
Jangan kaupaksa atas pilihanmu
Lihatlah betapa aku hanya gemetar
Mulutku kelu, wajah bagai terbakar
Ombak bergulung dan angin di pantai saksi kegagalanku
Makna lirik lagu ini mencerminkan dilema dan kerinduan seorang anak untuk jatuh cinta tanp... tampilkan semua
Lagu "Tentang Seorang Sahabat (Tokoh IV)" yang dipopulerkan oleh Ebiet G. Ade merupakan sebuah karya yang menggambarkan kerentanan seorang lelaki muda dalam menghadapi cinta, serta konflik antara perasaan pribadi dan harapan orang tua. Liriknya yang puitis mengajak pendengar untuk merenungkan makna kebebasan, cinta, dan identitas diri.
Memahami Konteks Lirik
Pembukaan lagu dimulai dengan permohonan sang tokoh kepada ibunya untuk mendengarkan ceritanya tanpa menginterupsi. Ini mencerminkan keinginan mendalam untuk berbicara jujur dan menyampaikan perasaan yang terpendam:
- Ibu, ijinkanlah aku bicara - Kalimat ini menunjukkan kerinduan untuk berkomunikasi dan mencari pemahaman dari figur ibu.
- Cintaku telah menggumpal dan membeku di dalam dada - Menunjukkan betapa kuatnya cinta yang dirasakan, tetapi juga terhambat oleh rasa takut dan keraguan.
Konflik Antara Harapan dan Keinginan
Lirik selanjutnya menggambarkan keinginan tokoh untuk diakui sebagai lelaki dewasa:
- Rasanya aku telah cukup dewasa - Menunjukkan bahwa tokoh merasa telah siap untuk mengambil tanggung jawab atas perasaannya.
- Jangan kau kurung dengan peraturanmu - Menggambarkan adanya konflik antara harapan ibunya dengan keinginannya untuk bebas memilih.
Di sisi lain, pertemuan dengan sosok gadis yang dianggap sempurna menjadi titik sentral. Ini menegaskan bahwa cinta sejati tidak dapat dipaksakan:
- Ibu, kemarin aku bertemu dia - Tanda penting bahwa hidupnya telah berubah dengan kehadiran gadis tersebut.
- Jangan kaupaksa atas pilihanmu - Refleksi dari pernyataan bahwa cinta seharusnya tidak dibatasi oleh pilihan orang lain.
Rasa Malu dan Ketidakberdayaan
Lirik berikutnya berbicara tentang rasa gugup dan tidak berdaya ketika bertemu cinta:
- Mulutku kelu, wajah bagai terbakar - Menggambarkan ketidakmampuan untuk mengekspresikan perasaan secara langsung, menandakan ketegangan emosional.
- Ombak bergulung dan angin di pantai saksi kegagalanku - Simbolisme alam digunakan untuk menggambarkan kesedihan dan kegagalan dalam menyatakan cinta.
Perenungan dan Harapan
Di akhir lirik, terdapat refleksi mendalam mengenai identitas dan kejantanan. Tokoh merasa terbelenggu oleh harapan orang tua yang menghalangi kebebasannya:
- Belenggu ini terlalu erat mengikat - Simbol dari tekanan yang dirasakan tokoh oleh ekspektasi lingkungan sekitarnya.
- Telah punah kejantanan yang kumiliki - Menunjukkan perasaan kehilangan jati diri dan kepercayaan diri dalam situasi tersebut.
Kesimpulan
Lagu "Tentang Seorang Sahabat (Tokoh IV)" adalah sebuah karya yang kaya emosional, menggambarkan kerinduan, konflik, dan perjuangan dalam menemukan jati diri serta cinta. Melalui lirik yang mendalam, Ebiet G. Ade berhasil menyampaikan pesan bahwa cinta seharusnya bebas dan tidak terikat oleh norma atau pilihan orang lain. Lagu ini mengajak kita untuk lebih menghargai kebebasan dalam memilih dan merasakan cinta, sambil tetap menghormati hubungan dengan orang yang kita cintai, seperti orang tua.
- 1Untuk Kita Renungkan5:01
- 2Dendang Kita Bersama5:06
- 3Tentang Seorang Sahabat (Tokoh IV)6:19
- 4Cerita Cinta Suminah Dan Tukang Sapu (Tokoh II)4:11
- 5Nyanyian Siang Dan Malam (Tokoh I)5:46
- 6Seruling Malam (Tokoh VI)5:36
- 7Lakon Anak - Anak Bencana5:34
- 8Tetes - Tetes Do'a Kami (Tokoh V)7:01
- 9Kapankah Kita Kan Berlabuh5:56
- 10Mimpi - Mimpi Yang Kandas (Tokoh III)4:54








































