
- Tentang
- Lirik
- Review
- Tracklist
- Komentar
Bulan keemasan kuning berkilauan
Terdengar seruling bambu
Merayap ke langit menikam bumi
Bergetar seluruh jagat raya ini
Makna lirik lagu ini menggambarkan keindahan alam yang memukau, diwakili oleh bulan keemas... tampilkan semua
Lengkingan tinggi
Bagai buluh perindu
Adalah tangisan bayi
Diakah anak kita?
Dia buah cinta kita
Istriku, coba redakan
Tangisnya
Makna lirik lagu ini menggambarkan perasaan seorang ayah yang merindukan dan mencintai ana... tampilkan semua
Sekelompok burung malam terbang
Dan terbitlah bintang kejora
Memancarkan sinar cinta kasih
Bagi anak kita yang suci bersih
Berbahagialah dan bersyukurlah
Atas kehadiran anak kita
Makna lirik lagu ini menggambarkan kebahagiaan dan rasa syukur orang tua atas kehadiran an... tampilkan semua
Ingin kugendong dan kutimang-timang
Kuajak engkau bermain
Kenalilah bapakmu, kenali ibumu
Dan negeri ini tanah airmu
Makna lirik lagu ini menggambarkan rasa cinta dan kebanggaan seorang ayah terhadap anaknya... tampilkan semua
Segeralah dewasa dalam asuhanku
′Kan kubimbing di jalan yang lurus
Jadilah anak berbudi penuh kebajikan
Menjunjung tinggi harkat kebenaran
Berbahagialah dan bersyukurlah
Atas kehadiran anak kita
Makna lirik lagu ini menggambarkan harapan dan tanggung jawab seorang pengasuh atau orang ... tampilkan semua
Lagu "Seruling Malam" yang ditulis dan dinyanyikan oleh Ebiet G. Ade menghadirkan keindahan lirik yang sarat akan makna. Melalui bait-baitnya, penyair secara cemerlang menggambarkan perasaan mendalam seorang ayah terhadap kelahiran anaknya, dengan sentuhan keindahan alam yang menyertainya. Berikut adalah penjelasan lebih mendalam tentang makna dan pesan yang terkandung dalam lirik lagu ini.
Pandan Indah Bulan Keemasan dan Suara Alam
Lagu ini dimulai dengan gambaran "bulan keemasan kuning berkilauan" dan "seruling bambu" yang menciptakan suasana tenang nan puitis. Penggunaan elemen alam ini menunjukkan keterkaitan antara kehidupan manusia dan keindahan dunia luar. Bulan, yang sering dianggap sebagai simbol harapan dan kehangatan, menciptakan atmosfer romantis dan reflektif.
Harapan dan Kegembiraan
Penggambaran tangisan bayi dalam lirik ini sangat kuat, berfungsi sebagai simbol kehidupan baru. Ketika dinyatakan "adalah tangisan bayi, diakah anak kita?", terjadi penghayatan emosional yang mendalam. Ini menandakan harapan dan kegembiraan pasangan terhadap kehadiran seorang anak yang merupakan "buah cinta kita". Penggunaan kata-kata sederhana namun kuat ini menciptakan kedekatan antara orang tua dan anak.
Ikatan Keluarga dan Cinta Kasih
- Redakan Tangisnya: Ada permohonan untuk meredakan tangis bayi, yang mengindikasikan kerentanan dalam peran sebagai orang tua.
- Sekelompok Burung Malam: Simbol kebebasan dan perjalanan hidup anak yang harus dijalani.
- Bintang Kejora: Melambangkan harapan dan cita-cita di masa depan.
Seluruh elemen ini direkatkan oleh rasa cinta kasih yang memancar, dengan kata-kata "Memancarkan sinar cinta kasih" menjadi penegasan bahwa kehadiran anak adalah anugerah terindah yang perlu disyukuri. Lirik ini juga mengajak pasangan untuk bersyukur atas kehadiran si buah hati, memberikan penekanan pada nilai-nilai positif dalam sebuah keluarga.
Pendidikan Moral dan Pengharapan Masa Depan
Pada akhir lirik, pembaca atau pendengar diingatkan untuk "segeralah dewasa dalam asuhanku". Ini menunjukkan harapan orang tua agar anak tumbuh menjadi pribadi yang baik, berbudi luhur, dan berpegang pada kebenaran. Tuntutan untuk "menjunjung tinggi harkat kebenaran" bukan hanya menjadi harapan bagi anak, tetapi juga panggilan bagi orang tua untuk memberikan pendidikan yang baik dan benar.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, "Seruling Malam" oleh Ebiet G. Ade bukan hanya sekadar lagu, tetapi sebuah karya yang merangkum esensi cinta, kebahagiaan, dan tanggung jawab sebagai orang tua. Melalui liriknya yang puitis, pendengar diundang untuk merenungkan pentingnya keluarga, rasa syukur, dan harapan akan masa depan yang cerah bagi generasi selanjutnya. Lagu ini dengan indahnya mengingatkan kita akan nilai-nilai kehidupan yang hakiki.
- 1Untuk Kita Renungkan5:01
- 2Dendang Kita Bersama5:06
- 3Tentang Seorang Sahabat (Tokoh IV)6:19
- 4Cerita Cinta Suminah Dan Tukang Sapu (Tokoh II)4:11
- 5Nyanyian Siang Dan Malam (Tokoh I)5:46
- 6Seruling Malam (Tokoh VI)5:36
- 7Lakon Anak - Anak Bencana5:34
- 8Tetes - Tetes Do'a Kami (Tokoh V)7:01
- 9Kapankah Kita Kan Berlabuh5:56
- 10Mimpi - Mimpi Yang Kandas (Tokoh III)4:54






























