
- Tentang
- Lirik
- Review
- Tracklist
- Komentar
Ada seberkas sinar menyelinap jatuh di ilalang
Tersentak ′ku bangun dari impian
Aku melangkah susuri sungai
kembali mencari kegaibanMu
Suara jengkerik bernyanyi menyusup dan menggeletar
Kegaduhan ini begitu sepi
Seperti diam, seperti mati
Yang nyata hanyalah aku sendiri
Jangan Engkau menganggap aku mengusik istirahMu
Dada ini seakan hendak meledak
Sekian lama menahan rindu
Betapa pun jauh yang t'lah kutempuh
Coba Engkau isyaratkan bahwa Engkau ada di sampingku
Seperti yang tertulis dalam firmanMu
Seperti bintang, bagai rembulan
menyiram melegakan jiwaku
Aku dan istriku setiap saat berdoa
Agar Engkau peluk kami berdua
Aku dan istriku setiap waktu bersyukur
atas s′gala yang telah Kau limpahkan
Kami tengah berjuang
meraih bintang-bintang,
tembus kepekatan mega
Ulurkanlah tanganMu, taburkanlah kasihMu,
puji kehadiranMu, aamiin
Semoga Engkau mendengar apa yang aku idamkan
adalah hakekat bahagia sejati
Kupertaruhkan segala-galanya
padangilah jalan kami berdua
Aku dan istriku setiap saat berdoa
Agar Engkau peluk kami berdua
Aku dan istriku setiap waktu bersyukur
atas s'gala yang telah Kau limpahkan
Kami tengah berjuang
meraih bintang-bintang,
tembus kepekatan mega
Ulurkanlah tanganMu, taburkanlah kasihMu,
puji kehadiranMu, aamiin
puji kehadiratMu, aamiin
Makna lirik lagu ini mencerminkan perjalanan spiritual seorang individu dan pasangannya ya... tampilkan semua
Lagu "Tetes - Tetes Do'a Kami" yang ditulis dan dinyanyikan oleh Ebiet G. Ade merupakan sebuah karya yang mengandung kedalaman emosional dan spiritual. Liriknya menggambarkan perjalanan batin seorang hamba yang berdoa dan merindukan kehadiran Tuhan dalam hidupnya. Dalam artikel ini, kita akan membahas makna serta pesan-pesan yang terkandung dalam lirik lagu tersebut.
Simbolisme Alam dalam Pencarian Spiritual
Di awal lagu, terdapat gambaran tentang alam dengan lirik, "Ada seberkas sinar menyelinap jatuh di ilalang". Sinar yang menggambarkan harapan ini menciptakan nuansa keindahan sekaligus kesepian. Hal ini mencerminkan perjalanan penulis yang "tersentak bangun dari impian" dan melangkah untuk mencari "kegaibanMu". Dalam konteks ini, pencarian akan Tuhan menjadi sangat nyata dan mengharukan.
Kesepian dan Kerinduan yang Mendalam
Lirik yang menyatakan, "Kegaduhan ini begitu sepi, seperti diam, seperti mati, yang nyata hanyalah aku sendiri", menunjukkan perasaan kesepian yang dialami oleh sosok dalam lagu tersebut. Ia merasa terasing meskipun dikelilingi oleh suara alam. Ini menyiratkan keinginan untuk menemukan kembali kehadiran ilahi yang membuat hidupnya berarti.
Permohonan Doa dan Ungkapan Syukur
Ketika penulis mengungkapkan, "Jangan Engkau menganggap aku mengusik istirahMu", ini merupakan permohonan yang penuh kerendahan hati. Rindu yang terpendam selama sekian lama terungkap dengan kekuatan emosional yang dalam. Penulis ingin agar Tuhan dapat memberikan isyarat bahwa Ia senantiasa hadir, "seperti yang tertulis dalam firmanMu". Selain itu, terdapat pengakuan syukur yang tulus, "Aku dan istriku setiap waktu bersyukur atas s'gala yang telah Kau limpahkan". Ini menunjukkan pentingnya rasa syukur dalam setiap aspek kehidupan.
Perjuangan dan Harapan
Lyrical line, "Kami tengah berjuang meraih bintang-bintang, tembus kepekatan mega", merujuk pada usaha untuk mencapai cita-cita dan impian meskipun harus melewati kesulitan. Ada harapan agar Tuhan "ulurkanlah tanganMu, taburkanlah kasihMu", yang menggambarkan permohonan agar Tuhan memberikan pertolongan dan kasih sayang.
Pujian dan Harapan Terakhir
Dalam akhir lirik, penulis menyampaikan harapan agar Tuhan mendengar segala doanya dan memberikan kebahagiaan sejati. "Kupertaruhkan segala-galanya, padangilah jalan kami berdua" menunjukkan komitmen yang tinggi untuk berjalan dalam jalan yang benar dengan bimbingan ilahi. Pujian terhadap kehadiran Tuhan menjadi puncak dari keseluruhan doa dan permohonan dalam lagu ini, menciptakan perasaan haru dan syukur yang mendalam.
Secara keseluruhan, "Tetes - Tetes Do'a Kami" adalah sebuah karya yang menggugah jiwa, mengingatkan kita akan pentingnya pencarian spiritual, syukur, dan harapan. Pesan yang disampaikan melalui lirik ini tidak hanya meresonansi dengan pribadi penulis, tetapi juga dapat menginspirasi banyak orang dalam perjalanan spiritual mereka sendiri.
- 1Untuk Kita Renungkan5:01
- 2Dendang Kita Bersama5:06
- 3Tentang Seorang Sahabat (Tokoh IV)6:19
- 4Cerita Cinta Suminah Dan Tukang Sapu (Tokoh II)4:11
- 5Nyanyian Siang Dan Malam (Tokoh I)5:46
- 6Seruling Malam (Tokoh VI)5:36
- 7Lakon Anak - Anak Bencana5:34
- 8Tetes - Tetes Do'a Kami (Tokoh V)7:01
- 9Kapankah Kita Kan Berlabuh5:56
- 10Mimpi - Mimpi Yang Kandas (Tokoh III)4:54






























