
- Tentang
- Lirik
- Review
- Tracklist
- Komentar
Mengapa begitu ganas engkau bergejolak?
Semburkan api, sebarkan panas ke segala penjuru
Ho-ho-ho, hidup kami belum lagi sempat kecukupan
Mengapa datang begitu cepat bencana yang dahsyat?
Hm-hm-hm, ho-ho-ho-ho
Makna lirik lagu ini menggambarkan perasaan kegelisahan dan keputusasaan akibat bencana ya... tampilkan semua
Lihatlah, hoo, anak-anak kami, hoo
Mereka yang hilang kesempatan, hoo
Main sembunyi dan belajar di sekolah desa
Serentak semuanya duduk bingung di sudut barak
Makna lirik lagu ini menggambarkan nasib anak-anak yang terpinggirkan dalam kehidupan, mem... tampilkan semua
Nampaknya belum sepenuhnya dapat mengerti
Apa yang sebenarnya tengah dialami
Sebuah bencana terjadi seperti mimpi
Tuhan, tunjukkanlah jalanan kami
Makna lirik lagu ini mencerminkan keresahan dan ketidakpastian dalam menghadapi situasi su... tampilkan semua
Mengapa begitu cepatnya semua musnah?
Lahar melanda pemukiman yang kami cintai, hm-hm-hm
Ijinkanlah kami berfikir yang mungkin keliru
Bahwa Engkau tengah menguji ketabahan kami
Hm-hm-hm, ho-ho-ho-ho
Makna lirik lagu ini menggambarkan perasaan duka dan kehilangan akibat bencana yang mengha... tampilkan semua
Derita, hoo, anak-anak kami, hoo
Teronggok, hoo, dalam penampungan, hoo
Kami khawatir bila terlalu lama menderita
Pupus harapan dan dapat merubah jiwa mereka
Makna lirik lagu ini menggambarkan perasaan pedih dan kekhawatiran yang dirasakan oleh ora... tampilkan semua
Menyaksikan betapa kejinya hidup
Hati yang bening dapat berubah keruh
Sebuah bencana terjadi seperti mimpi
Tuhan, tunjukkanlah jalanan kami
Makna lirik lagu ini menggambarkan betapa beratnya beban hidup yang harus dihadapi manusia... tampilkan semua
Hmm-hoo, ho-ho-ho-ho, ho-ho-ho
Hmm-hoo, ho-ho-ho-ho, ho-ho-ho
Makna lirik lagu ini tampaknya menggambarkan perasaan yang sederhana namun penuh emosi, di... tampilkan semua
Dalam lagu "Lakon Anak - Anak Bencana" yang ditulis dan dinyanyikan oleh Ebiet G. Ade, terdapat sebuah narasi yang menggambarkan bagaimana bencana alam dapat mempengaruhi kehidupan, terutama anak-anak. Melalui lirik yang penuh emosi ini, kita diajak untuk merenungkan dampak dari bencana serta harapan dan ketabahan yang diperlukan dalam menghadapi kesulitan.
Salah satu hal utama yang dapat kita ambil dari liriknya adalah pertanyaan retoris yang diajukan "Mengapa begitu ganas engkau bergejolak?" yang sekaligus mencerminkan rasa ketidakberdayaan dan kebingungan yang dialami oleh manusia dalam menghadapi kekuatan alam. Perasaan ini diperkuat dengan gambaran bencana yang datang "begitu cepat", yang menunjukkan betapa tidak terduganya kejadian tersebut.
Konsekuensi Bencana Terhadap Anak-anak
Lirik tersebut juga secara khusus menyoroti nasib anak-anak yang terdampak. Dalam bagian lirik yang menyebutkan "Lihatlah, hoo, anak-anak kami, hoo", tergambarkan dengan jelas efek psikologis bencana terhadap generasi muda. Anak-anak yang seharusnya dapat bermain dan belajar, tiba-tiba terjerumus dalam kesedihan dan ketakutan. Mereka kehilangan kesempatan untuk menikmati masa kanak-kanak yang seharusnya mereka jalani.
Harapan di Tengah Derita
Di tengah kesedihan, terdapat harapan agar "Tuhan, tunjukkanlah jalanan kami". Lirik ini mengindikasikan bahwa meskipun keadaan sangat sulit, tetap ada jalinan doa dan harapan untuk mendapatkan petunjuk dan keajaiban. Masyarakat yang terkena dampak, terutama orang tua, khawatir bahwa lama-kelamaan, harapan mereka akan pupus, dan ini dapat merubah jiwa anak-anak yang harusnya bersih dan polos.
- Ciri khas keputusasaan: Lirik yang menyoroti "derita, hoo, anak-anak kami, hoo" merupakan pengingat bagi kita tentang betapa tragis kondisi yang dihadapi anak-anak dalam bencana.
- Proses penerimaan: Lirik yang berbunyi "Ijinkanlah kami berfikir yang mungkin keliru" menunjukkan proses penerimaan yang mungkin terjadi, saat masyarakat mencoba untuk memahami dan beradapatasi dengan keadaan dengan berpikir positif.
Kesimpulan
Lagu "Lakon Anak - Anak Bencana" oleh Ebiet G. Ade adalah refleksi mendalam tentang kemanusiaan, ketabahan, dan harapan di tengah kesulitan. Liriknya yang puitis mengingatkan kita tentang fragilitas hidup dan pentingnya memahami serta mendukung mereka yang mengalami bencana. Dalam setiap baitnya, terdapat panggilan untuk empati dan kesadaran sosial, terutama terhadap anak-anak yang tidak bersalah dan terjebak dalam bencana yang bukan pilihan mereka. Melalui lagu ini, kita diingatkan untuk tidak hanya bersimpati tetapi juga berpartisipasi aktif dalam membantu mereka yang membutuhkan.
- 1Untuk Kita Renungkan5:01
- 2Dendang Kita Bersama5:06
- 3Tentang Seorang Sahabat (Tokoh IV)6:19
- 4Cerita Cinta Suminah Dan Tukang Sapu (Tokoh II)4:11
- 5Nyanyian Siang Dan Malam (Tokoh I)5:46
- 6Seruling Malam (Tokoh VI)5:36
- 7Lakon Anak - Anak Bencana5:34
- 8Tetes - Tetes Do'a Kami (Tokoh V)7:01
- 9Kapankah Kita Kan Berlabuh5:56
- 10Mimpi - Mimpi Yang Kandas (Tokoh III)4:54






























