
- Tentang
- Lirik
- Review
- Tracklist
- Komentar
Kapankah kita ′kan merapat
Di pantai yang kita impikan?
Untuk menangis sepuas hati
Untuk melepaskan derita ini
Makna lirik lagu ini menggambarkan kerinduan dan pengharapan untuk menemukan ketenangan di... tampilkan semua
Kapankah kita 'kan rasakan
Harumnya kembang setaman?
Sekian lama kita hanya berlayar
Hanya kenal lautan dan lautan
Makna lirik lagu ini menggambarkan kerinduan dan harapan akan keindahan dan kebahagiaan ya... tampilkan semua
Akan ke manakah kita ini?
Terlempar jauh, teramat jauh
Sampai di manakah kita kini?
Tak nampak lagi kaki langit
Makna lirik lagu ini mencerminkan perasaan kebingungan dan kehilangan arah dalam hidup. Pe... tampilkan semua
Kapankah kita 'kan bertemu
Laut yang bening dan biru
Kembang warna-warni
Desis ikan bernyanyi
Makna lirik lagu ini mengungkapkan kerinduan dan harapan untuk bertemu kembali dengan sese... tampilkan semua
Tembang manis, teramat manis
Kapankah kita 'kan berlabuh?
Rinduku menggumpal di pantai
Jangan hanya diam
Makna lirik lagu ini menggambarkan kerinduan dan harapan yang mendalam seseorang terhadap ... tampilkan semua
Mari kita berdoa
Berhembuslah angin ke sana
Akan ke manakah kita ini?
Terlempar jauh, teramat jauh
Makna lirik lagu ini mengisyaratkan tentang harapan dan pencarian arah dalam hidup, di ten... tampilkan semua
Sampai di manakah kita kini?
Tak nampak lagi kaki langit
Makna lirik lagu ini mencerminkan rasa kebingungan dan keresahan seseorang yang sedang mer... tampilkan semua
Bahtera ini kecil
Gampang terbawa angin
Sekelompok batu karang siap meremukkan
Kapankah kita ′kan berlabuh?
Makna lirik lagu ini menggambarkan ketidakpastian dan kerentanan dalam menghadapi tantanga... tampilkan semua
Lagu "Kapankah Kita Kan Berlabuh" karya Ebiet G. Ade adalah sebuah karya yang sarat makna dan emosi. Melalui liriknya, penyanyi dan penulis lagu ini berhasil menangkap kerinduan, harapan, dan keresahan yang mendalam, yang dapat dianggap sebagai refleksi dari perjalanan hidup manusia. Dalam ulasan ini, kita akan membahas makna dan pesan yang terkandung dalam lirik lagu ini.
Menggambarkan Perjalanan Hidup
Diawali dengan pertanyaan "Kapankah kita 'kan merapat di pantai yang kita impikan?", lirik ini segera membawa pendengar pada perjalanan yang panjang dan melelahkan. Pantai yang diimpikan di sini merepresentasikan tujuan akhir atau harapan yang diinginkan. Penyanyi mengungkapkan rasa lelah dan kerinduan untuk dapat beristirahat dari kesulitan yang dihadapi, "Untuk menangis sepuas hati, untuk melepaskan derita ini".
Simbol Laut dan Bahtera
Laut yang digambarkan dalam lagu ini mencerminkan berbagai tantangan hidup. Ketidakpastian dan kesulitan diibaratkan dengan "bahtera kecil" yang "gampang terbawa angin." Hal ini menunjukkan rentannya kehidupan manusia yang seringkali terombang-ambing oleh keadaan. Selain itu, "sekelompok batu karang siap meremukkan" menggambarkan rintangan yang bisa menghancurkan harapan dan cita-cita jika tidak dihadapi dengan bijaksana.
Harapan dan Kerinduan
Dialog internal yang ditampilkan dalam lirik ini melambangkan kerinduan yang menyentuh. Dalam pengulangan frasa "Kapankah kita 'kan berlabuh?", ada rasa menunggu yang tak berujung, memberikan nuansa pilu yang dalam. Selain itu, ada juga harapan akan masa depan yang lebih baik, seperti yang ditunjukkan dengan deskripsi "laut yang bening dan biru" dan "kembang warna-warni". Ini dapat diartikan sebagai simbol kedamaian dan kebahagiaan yang diidam-idamkan.
Pentingnya Doa dan Keyakinan
Pada bagian akhir, terdapat seruan untuk berdoa dan harapan agar "berhembuslah angin ke sana". Ini menunjukkan bahwa dalam keterpurukan dan kebingungan, kita perlu mengandalkan kekuatan spiritual untuk menemukan jalan keluar. Doa menjadi sebuah pengingat bahwa ada kekuatan yang lebih besar di luar diri kita yang bisa membimbing menuju pelabuhan yang aman.
Pesan Keseluruhan
Secara keseluruhan, "Kapankah Kita Kan Berlabuh" mengajak pendengarnya untuk merenungkan kehidupan dan perjalanan yang dilalui. Lagu ini tidak hanya sekadar sebuah ungkapan kerinduan, tetapi juga refleksi atas harapan dan ketabahan dalam menghadapi badai kehidupan. Dengan kehalusan kata-kata dan melodi yang mendayu-dayu, Ebiet G. Ade berhasil menyampaikan pesan yang dalam, yang bisa menyentuh hati banyak orang.
Dengan demikian, lagu ini tetap relevan dan dapat memberikan inspirasi bagi siapa saja yang merasakan tantangan dalam hidup mereka, serta menjadi pengingat bahwa setiap perjalanan pasti akan menemukan titik labuhnya suatu saat nanti.
- 1Untuk Kita Renungkan5:01
- 2Dendang Kita Bersama5:06
- 3Tentang Seorang Sahabat (Tokoh IV)6:19
- 4Cerita Cinta Suminah Dan Tukang Sapu (Tokoh II)4:11
- 5Nyanyian Siang Dan Malam (Tokoh I)5:46
- 6Seruling Malam (Tokoh VI)5:36
- 7Lakon Anak - Anak Bencana5:34
- 8Tetes - Tetes Do'a Kami (Tokoh V)7:01
- 9Kapankah Kita Kan Berlabuh5:56
- 10Mimpi - Mimpi Yang Kandas (Tokoh III)4:54






























