
- Tentang
- Lirik
- Review
- Tracklist
- Komentar
Malam yang pekat terasa menyiksa
Duduk sendirian di bangku pasar
Nyamuk terbang layang sesekali hinggap
Menunggu pagi datang, menunggu kehidupan
Makna lirik lagu ini menggambarkan perasaan kesepian dan ketidakberdayaan yang dirasakan s... tampilkan semua
Ia enggan tertidur, ia enggan bermimpi
Senyum yang menawan gadis kebaya jingga, ho ho ho
Dinyalangkan matanya, dipeluk erat bayangnya
Suminah pilar timur, anak pedagang sayur
Makna lirik lagu ini menggambarkan perasaan seseorang yang terjebak dalam keindahan momen ... tampilkan semua
Dicari sesobek kertas, dicari sepotong arang
Ia menggambar sebisanya
Asal bisa terungkapkan perasaan yang menggebu
"Suminah, aku cinta kamu!"
Berjalan mengendap-endap menuju sudut pilar timur
Disorongkan hati yang terpanah, hm
Semoga Suminah mengerti, ho ho ho ho
Makna lirik lagu ini menggambarkan perjuangan seorang pemuda yang sedang jatuh cinta, di m... tampilkan semua
Cinta cucu Adam begitu sederhana
Tapi makna yang tersimpul begitu agung
Seorang tukang sapu punya cara sendiri
Meramu adonan cinta, ia berhak menikmati
Makna lirik lagu ini menggambarkan kekuatan dan keindahan cinta yang bersifat sederhana na... tampilkan semua
Dicari sesobek kertas, dicari sepotong arang
Ia menggambar sebisanya
Asal bisa terungkapkan perasaan yang menggebu
"Suminah, aku cinta kamu!"
Berjalan mengendap-endap menuju sudut pilar timur
Disorongkan hati yang terpanah, ho
Semoga Suminah mengerti, ho ho ho ho
Makna lirik lagu ini menggambarkan perasaan cinta yang mendalam dan tulus dari seseorang k... tampilkan semua
Lagu "Cerita Cinta Suminah Dan Tukang Sapu" yang dinyanyikan oleh Ebiet G. Ade merupakan salah satu karya yang menggambarkan keindahan cinta yang sederhana namun penuh makna. Dalam liriknya, terdapat nuansa malam yang pekat yang membawa pendengar merasakan kesenduan dan kerinduan yang mendalam.
Proses pencarian cinta terlihat dalam perjuangan tokoh yang duduk sendirian di bangku pasar, digambarkan sebagai kondisi yang tidak nyaman, namun juga penuh harapan. Lirik yang menggambarkan bagaimana ia "menunggu pagi datang, menunggu kehidupan" menunjukkan keinginan untuk bangkit dari kesunyian dan mencari cinta.
Lebih dalam dari itu, lagu ini memperkenalkan karakter Suminah, seorang gadis yang memiliki daya tarik dengan senyumnya yang menawan. Ia digambarkan sebagai "anak pedagang sayur" yang sederhana, mencerminkan realitas kehidupan masyarakat yang tidak selalu glamour.
Pencarian Cinta yang Sederhana
- Ketulusan Perasaan: Tokoh yang digambarkan sebagai tukang sapu memiliki cara unik untuk mengekspresikan perasaannya. Ia menggambar perasaannya menggunakan "sesobek kertas dan sepotong arang", memberi kita gambaran bahwa cinta tidak harus ditunjukkan dengan benda-benda mahal, namun bisa dengan sesuatu yang sangat sederhana.
- Ekspresi Cinta: Lirik yang berulang "Suminah, aku cinta kamu!" menjadi pengingat akan pentingnya mengekspresikan cinta, meskipun dalam bentuk yang tidak rumit. Pengulangan ini memperkuat ketulusan perasaan tokoh utama kepada Suminah.
- Pentingnya Harapan: Dalam setiap liriknya, rasa harapan senantiasa ada. Dialog internal tokoh ketika "berjalan mengendap-endap menuju sudut pilar timur" menunjukkan usaha dan keteguhan hati untuk menyampaikan isi hati, menantikan agar Suminah mau mengerti isi hatinya.
Kesederhanaan cinta yang digambarkan dalam lagu ini sarat dengan simbolisme. Cinta yang "begitu sederhana, tapi makna yang tersimpul begitu agung" mengajarkan kita untuk tidak meremehkan cinta dalam bentuk apa pun, sembari mengingat bahwa setiap orang, termasuk seorang tukang sapu, berhak untuk menyimpan dan menikmati cinta.
Dengan demikian, lagu ini tidak hanya merepresentasikan cinta yang tulus, tetapi juga merayakan keberagaman kehidupan masyarakat yang cukup kompleks. Melalui liriknya, Ebiet G. Ade berhasil menggugah perasaan pendengar untuk merenungkan arti cinta yang sesungguhnya.
- 1Untuk Kita Renungkan5:01
- 2Dendang Kita Bersama5:06
- 3Tentang Seorang Sahabat (Tokoh IV)6:19
- 4Cerita Cinta Suminah Dan Tukang Sapu (Tokoh II)4:11
- 5Nyanyian Siang Dan Malam (Tokoh I)5:46
- 6Seruling Malam (Tokoh VI)5:36
- 7Lakon Anak - Anak Bencana5:34
- 8Tetes - Tetes Do'a Kami (Tokoh V)7:01
- 9Kapankah Kita Kan Berlabuh5:56
- 10Mimpi - Mimpi Yang Kandas (Tokoh III)4:54






























