
- Tentang
- Lirik
- Review
- Tracklist
- Komentar
Terdengar dentingan kecapi sumbang
Mengalir dan menyeruak
Seperti percik-percik air pancuran
Membasuh dan menyiram jiwa
Makna lirik lagu ini menggambarkan nuansa puitis yang mengaitkan suara dentingan kecapi ya... tampilkan semua
Di tengah hiruk-pikuk dan cucuran peluh
Ia menyayat menikam
Sepasang sepatu robek berdebu
Tergolek setia menunggu
Makna lirik lagu ini mencerminkan realitas kehidupan yang penuh perjuangan dan kesabaran d... tampilkan semua
Tudung jerami, kacamata gelap
Kukunya hitam lusuh dan kasar
Menggapai-gapai di dawai karatan
Senyumnya kering dan getir
Makna lirik lagu ini menggambarkan gambaran sosok yang sederhana dan mungkin terpinggirkan... tampilkan semua
Sebuah nyanyian usai dipetik
Ada tepuk tangan riuh
Ia menggapai tongkat kehidupan
Renggangkan jemari tangan
Makna lirik lagu ini menggambarkan perjalanan hidup yang penuh warna dan dinamika, di mana... tampilkan semua
Tudung jerami, kacamata gelap
Kukunya hitam, lusuh, dan kasar
Menggapai-gapai di dawai karatan
Senyumnya kering dan getir
Makna lirik lagu ini mencerminkan kehidupan yang keras dan penuh perjuangan, di mana sosok... tampilkan semua
Tersenyum lega untuk segalanya
Begitu jantan perkasa
Perjuangan dalam gelap dan pekat
Nyanyian siang dan malam
Nyanyian siang dan malam
Makna lirik lagu ini menggambarkan perasaan lega dan keberanian seseorang setelah melewati... tampilkan semua
Lagu "Nyanyian Siang Dan Malam" karya Ebiet G. Ade adalah sebuah karya yang memadukan keindahan lirik dengan kedalaman makna yang mengisahkan tentang kehidupan, perjuangan, dan harapan. Dalam liriknya, Ebiet menggambarkan sosok yang tengah berjuang di tengah kesulitan dan tantangan hidup, menciptakan nuansa yang sangat kuat dan emosional bagi pendengar.
Deskripsi Gambar yang Hidup
Di awal lirik, Ebiet menggambarkan suasana dan kondisi tokoh dengan:
- Dentingan kecapi sumbang: Suara kecapi yang tidak harmonis ini melambangkan ketidakberdayaan dan kesedihan dari sosok yang digambarkan.
- Percik air pancuran: Membasuh dan menyiram jiwa, menggambarkan harapan untuk penyegaran dan perubahan dalam hidupnya.
Di tengah kisahnya, muncul deskripsi visual yang kuat. Sepasang sepatu robek berdebu yang tergolek setia menunggu melambangkan ketidakpastian dan statisnya kehidupan. Gambar ini mengundang simpati dan ketertarikan untuk memahami lebih dalam keadaan tokoh yang penuh derita.
Ketidakberdayaan dan Perjuangan
Selanjutnya, lirik tersebut membawa kita pada observasi yang lebih dalam tentang fisik dan kondisi emosional tokoh:
- Tudung jerami dan kacamata gelap: Atribut pakaian ini menciptakan citra seorang pejuang yang berjuang di bawah terik panas, namun juga menunjukkan ketidakpastian dan keputusasaan.
- Kuku hitam dan lusuh: Representasi dari kerja keras dan kehidupan yang penuh perjuangan, di mana setiap detail mencerminkan kesulitan yang dialami.
Senyum kering dan getir menjadi simbol harapan yang pahit, di mana meskipun terdapat kelegaan dalam perjuangan, gaya hidup yang dilaluinya penuh dengan pengorbanan dan kehilangan.
Makna Mendalam
Pesan utama dari lagu ini terletak pada dualitas kehidupan. Munculnya istilah "nyanyian siang dan malam" simbolik mengacu pada perjalanan hidup yang penuh perubahan, di mana setiap harinya, kita berusaha mempertahankan semangat meskipun dalam keterpurukan. Lirik tersebut menciptakan rasa empati bagi pendengar yang merasakan perjuangan yang sama dalam kehidupan mereka.
Kesimpulan
Melalui "Nyanyian Siang Dan Malam", Ebiet G. Ade mempersembahkan sebuah kisah yang tidak hanya menggambarkan perjuangan dan ketekunan, tetapi juga menggugah kesadaran kita untuk terus berjuang meskipun dalam kegelapan. Lagu ini mengajak kita untuk merenungkan tentang arti kehidupan dan makna keteguhan hati dalam menghadapi berbagai tantangan. Lirik yang puitis dan penuh makna menjadikan lagu ini sebuah karya seni yang layak diapresiasi dan direnungkan oleh setiap pendengarnya.
- 1Untuk Kita Renungkan5:01
- 2Dendang Kita Bersama5:06
- 3Tentang Seorang Sahabat (Tokoh IV)6:19
- 4Cerita Cinta Suminah Dan Tukang Sapu (Tokoh II)4:11
- 5Nyanyian Siang Dan Malam (Tokoh I)5:46
- 6Seruling Malam (Tokoh VI)5:36
- 7Lakon Anak - Anak Bencana5:34
- 8Tetes - Tetes Do'a Kami (Tokoh V)7:01
- 9Kapankah Kita Kan Berlabuh5:56
- 10Mimpi - Mimpi Yang Kandas (Tokoh III)4:54






























